BAB 3
KESEIMBANGAN EKOSISTEM
Tujuan Pembelajaran:
1) menjelaskan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem;
2) menjelaskan bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan manusia dan pengaruhnya terhadap keseimbangan populasi tumbuhan;
3) menjelaskan bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan manusia dan pengaruhnya terhadap keseimbangan populasi hewan.
Indonesia negara yang kaya akan hasil lautnya. Ikan,terumbu karang dan makhluk lainnya terdapat di laut. Laut dapat dimanfaatkan dalam bentuk penangkapan ikan, pemancingan secara tradisional atau pariwisata bahari seperti menyelam atau olah raga. Namun jika aktivitas tersebut tidak ada yang mengontrol, maka laut menjadi tidak terawat dan kerusakan karang sering terjadi. Coba kamu bayangkan jika pengeboman ikan atau perusakan karang dibiarkan terjadi. Semua akan mengganggu keseimbangan ekosistem laut,bukan.
Nah, menurutmu kegiatan apa saja yang dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem? Ayo, temukan jawabannya dengan mempelajari bab ini.
A. Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Keseimbangan Ekosistem
1. Ekosistem
Masih ingatkah kamu apa yang dimaksud dengan ekosistem? Ekosistem adalah tempat saling memberi dan menerima antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik terdiri dari tumbuhan dan hewan. Sedangkan komponen abiotik terdiri dari batu, tanah, air, sungai, dan lain-lain.
Gambar di atas adalah salah satu contoh ekosistem di hutan. Ekosistem hutan termasuk ekosistem alam. Ekosistem alam adalah ekosistem yang terbentuk dengan sendiri tanpa campur tangan manusia. Di dalam ekosistem, interaksi tidak hanya terjadi antar makhluk hidup. Interaksi juga terjadi pada makhluk hidup dengan makhluk tak hidup. Hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tak hidup sangat erat.
Sinar matahari termasuk komponen abiotik. Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi komponen biotik. Sinar matahari dimanfaatkan oleh produsen untuk memproduksi makanan.
Di suatu ekosistem, tumbuhan hijau berperan sebagai produsen. Produsen menjadi sumber makanan bagi konsumen. Suatu saat, produsen dan konsumen akan mati. Produsen dan konsumen yang mati akan diurai oleh bakteri pengurai.
Dalam suatu ekosistem harus ada keseimbangan antara produsen dan konsumen. Kehidupan dapat tetap berlangsung jika jumlah produsen lebih besar dari konsumen tingkat I. Konsumen tingkat I lebih banyak dari konsumen tingkat II dan seterusnya. Gambaran di atas dapat dibuat dalam bentuk piramida makanan berikut ini:
Konsumen III
Konsumen II
Konsumen I
Produsen
Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan perbandingan jumlah produsen dengan konsumen.
2. Dampak manusia terhadap ekosistem
Pernahkah kamu mem-bayangkan apa yang akan terjadi jika hutan ditebang secara liar? Jika hutan di-tebang secara liar, hewan-hewan yang hidup di hutan kehilangan habitatnya. Se-lain itu, daerah resapan air jadi berkurang. Akibatnya, di musim hujan dapat terjadi banjir dan tanah longsor.
Selain penebangan hutan secara liar, masih banyak kegiatan manusia yang me-rusak ekosistem. Misalnya membuang sampah dan limbah industri di sungai, juga pemakaian pestisida dalam pertanian. Kegiatan manusia membuang sampah
dan limbah industri di sungai dapat merusak ekosistem sungai. Makhluk hidup yang ada di sungai akan terhambat perkembangannya. Bahkan lama kelamaan makhluk hidup tersebut akan mati. Jika salah satu makhluk hidup mati, keseimbangan ekosistem akan terganggu.
Ekosistem juga akan terganggu karena pemakaian pestisida yang berlebihan dalam pertanian. Pemakaian pestisida yang berlebihan dapat mematikan mikroba. Mikroba bertugas menguraikan sisa-sisa hewan dan tumbuhan untuk diubah menjadi humus. Jika mikroba mati, sisa-sisa hewan dan tumbuhan tersebut tidak dapat diuraikan. Akibatnya, tanaman tidak dapat memperoleh nutrisi dan akhirnya mati.
B. Ketidakseimbangan Populasi Tumbuhan karena Manusia
1. Tumbuhan dan Manfaatnya Bagi Manusia
Coba kamu perhatikan perabot rumah tangga yang ada di rumahmu. Misalnya meja, kursi, dan lemari. Perabot-perabot tersebut hampir seluruhnya terbuat dari kayu. Pengolahan kayu menjadi perabot rumah tangga merupakan contoh pemanfaatan tumbuhan oleh manusia.
Kayu adalah salah satu contoh hasil hutan yang dimanfaatkan manusia. Kayu yang banyak digunakan untuk pembuatan perabot adalah kayu jati dan rotan. Kayu jati merupakan salah satu kayu yang berkualitas tinggi. Seratnya halus dan bagus. Kayu jati yang sudah tua tidak disukai rayap, ngengat, dan serangga lainnya. Kayu jati juga tidak cepat lapuk.
Rotan disukai oleh pengrajin karena mudah dikerjakan. Keistimewaan rotan adalah lentur dan kuat. Karena sifatnya yang lentur maka rotan mudah untuk dibentuk. Hasil pengolahan kayu jati dan rotan mempunyai nilai jual tinggi. Selain kayu jati dan rotan, masih banyak lagi tumbuhan yang dapat dimanfaatkan manusia. Contohnya kayu cendana, pohon damar, pohon kelapa, dan masih banyak lagi.
2. Kegiatan Manusia dan Populasi Tumbuhan
Kegiatan manusia mempengaruhi populasi tumbuhan di hutan. Populasi tumbuhan akan terjaga jika manusia melestarikannya. Usaha-usaha untuk melestarikan hutan, antara lain:
1. Menebang hutan secara terkendali (melakukan tebang pilih)
2. Reboisasi atau penanaman hutan kembali
3. Membuat cagar alam
4. Mengembangbiakan tumbuhan langka dengan bioteknologi
5. Ketidakseimbangan Populasi Hewan karena Manusia
1. Hewan dan Manfaatnya Bagi Manusia
Hewan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hewan ada yang dimanfaatkan daging, kulit, tulang, atau tenaganya. Manusia meman-faatkan daging hewan untuk dimakan
Beberapa kegiatan manusia dalam memanfaatkan hewan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Misalnya perburuan liar. Banyak hewan diburu untuk kesenangan atau mencari keuntungan. Misalnya ular diburu untuk diambil kulitnya. Kulit ular dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tas, sepatu, dan ikat pinggang.
Masih banyak lagi bagian hewan yang dimanfaatkan oleh manusia. Gajah diburu manusia untuk diambil gadingnya. Gading gajah dimanfaatkan untuk pembuatan keris, pipa cerutu, pajangan, dan lain-lain. Selain gajah, badak juga diburu manusia untuk diambil culanya.
Ada pula hewan yang ditangkap karena hobi atau kesenangan pada hewan tersebut. Misalnya berbagai jenis burung. Contoh jenis burung yang sering diburu seperti burung Cendrawasih, Kakaktua Jambul Kuning, Belibis Kembang, Kasuari, Alap alap, Beo, dan Elang Jawa.
2. Kegiatan Manusia dan Populasi Hewan
Ekosistem hutan akan terganggu jika hewan-hewan yang hidup di dalamnya terus diburu. Lama ke-lamaan hewan akan punah. Perlu ada usaha pelestarian hewan agar tidak terjadi kepunahan. Usaha pe-lestarian hewan misalnya dengan melakukan penangkaran dan pem-buatan suaka margasatwa.
SEKILAS INFO
Tidak semua limbah pabrik mencemari lingkungan. Salah satu contohnya adalah limbah tetes tebu. Limbah tetes tebu merupa-
kan hasil samping dari proses pembuatan gula.
Limbah tetes tebu yang dibuang tanpa di-olah terlebih dahulu akan mencemari eko-sistem di sekitarnya. Limbah tetes tebu dapat diolah menjadi etanol . Pengolahan limbah yang sudah tidak terpakai dapat mengurangi kerusakan ekosistem.
RANGKUMAN
1. Pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan alam
a. Ekosistem adalah tempat saling memberi dan menerima antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
b. Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik.
c. Di suatu ekosistem, jumlah produsen harus lebih banyak dari konsumen.
d. Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan perbandingan jumlah produsen dan konsumen.
e. Keseimbangan ekosistem sangat dipengaruhi oleh kegiatan manusia.
2. Ketidakseimbangan populasi tumbuhan karena manusia
a. Tumbuhan di hutan dapat dimanfaatkan manusia, misalnya kayu jati dan rotan.
b. Ketidakseimbangan populasi tumbuhan dipengaruhi oleh kegiatan manusia.
c. Populasi tumbuhan dapat dilestarikan dengan cara reboisasi.
3. Ketidakseimbangan populasi hewan karena manusia
a. Hewan dapat dimanfaatkan daging, kulit, tulang atau tenaganya.
b. Perburuan hewan secara liar dapat mengakibatkan ketidak-seimbangan ekosistem hutan.
c. Usaha pelestarian hewan dapat dilakukan melalui penang-karan dan pembuatan suaka margasatwa.
Kamis, 29 November 2018
MATERI PELAJARAN IPA KELAS 6 BAB 2
BAB 2
PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP
Tujuan Pembelajaran:
1) menceritakan perkembangan dan pertumbuhan manusia;
2) membedakan ciri-ciri perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan;
3) mengetahui cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan.
Pertumbuhan manusia dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan tua Perhatikan gambar di atas.
Gambar di atas memperlihatkan pertumbuhan manusia. Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Awalnya, kita adalah bayi mungil yang lemah. Kemudian tumbuh besar, serta belajar berjalan dan berbicara. Pada usia tertentu, kita berkembang menjadi dewasa.
Proses pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi pada tumbuhan dan hewan. Bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan itu terjadi? Bagaimana ciri-ciri fisik anak laki-laki dan perempuan? Ayo, simak pembahasan berikut ini.
Perkembangbiakan Makhluk Hidup
BAB 2 Peta Konsep
Perkembangbiakan Makhluk Hidup Manusia Tumbuhan Hewan
Perkembangbiakan
Makhluk Hidup
Manusia Tumbuhan
Hewan
Generatif
Generatif Vegetatif Vegetatif Generatif
Peleburan Sel - Membelah Diri Penyerbukan
Kelamin - Spora
- Tunas
Alami Buatan
Kata Kunci :
• pertumbuhan
• vegetati
• perkembangan
• penyerbukan
• generatif
• pembuahan
A. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia
Kamu pasti pernah melihat tanaman yang awalnya kecil kemudian kelamaan menjadi semakin besar. Peristiwa itu disebut pertumbuhan. Manusia juga mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan merupakan perubahan dari kecil menjadi besar dan tinggi, disertai pertambahan berat. Kamu akan mengalami pertumbuhan mulai dari bayi-kanak-kanak-remaja-dewasa-dan akhirnya tua. Pertumbuhan tersebut biasanya disertai dengan perubahan sikap, perilaku,dan gejala-gejala lainnya.
Manusia mengalami pertumbuhan dari kecil sampai dewasa
Selain mengalami pertumbuhan, manusia juga mengalami per-kembangan. Ciri-ciri perkembangan pada manusia contohnya adalah perubahan fisik pada laki-laki dan perempuan. Bagi anak-anak yang telah memasuki usia 12-17 tahun digolongkan sebagai remaja. Pada remaja akan terjadi perubahan tubuh yang jelas pada dirinya.Perubahan ini dikenal dengan sebutan masa puber.
Secara umum perubahan yang tampak adalah anak tersebut semakin cepat besar serta tumbuhnya rambut pada ketiak dan daerah kemaulan. Pada anak laki-laki akan terjadi perubahan suara,tumbuhnya kumis, dan jakun. Pada anak perempuan payudaranya tumbuh dan terjadi datang bulan(haid).
AKU PASTI BISA
Tujuan : Mengetahui tanda fisik yang dialami anggota
kelompokmu
Cara kerja :
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan di kelasmu.
2. Perhatikan dengan seksama apakah ada tanda-tanda puber yang dialami anggota kelompokmu. Sebutkan tanda-tanda fisik tersebut dan tuliskan di buku tugasmu!
3. Kerjakan di buku latihanmu.
No. Nama Jenis Kelamin Ciri-ciri fisik Keterangan
Coba kamu diskusikan hasil pengamatanmu dari tabel di atas. Kesimpulan apa yang dapat kamu ambil dari pengamatan tersebut. Minta bimbingan gurumu untuk penjelasan yang lebih lengkap tentang ciri-ciri fisik pertumbuhan manusia
B. Ciri Perkembangan Fisik pada Manusia
Coba perhatikan anggota keluargamu. Anggota keluargamu ada yang laki-laki dan ada yang perempuan. Usia anggota keluargamu berbeda-beda. Ada yang masih anak-anak, remaja, dewasa, dan ada yang sudah tua. Ukuran tubuhmu juga berbeda dengan anggota keluarga lainnya.
Secara fisik, laki-laki dan perempuan juga berbeda. Apa per-bedaannya? Agar lebih jelas, kamu dapat mempelajari pembahasan di bawah ini.
1. Perkembangan Fisik pada Anak Laki-laki
Saat berusia sekitar 12-17 tahun, kamu memasuki masa remaja. Masa remaja sering disebut masa puber (pubertas). Pubertas ditandai dengan adanya perubahan-perubahan fisik. Perubahan fisik pada anak laki-laki, antara lain:
18 Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 6 Sekolah Dasar
a. Suara menjadi besar (berat)
b. Tumbuh kumis, janggut, dan cambang
c. Tumbuh rambut di ketiak dan pangkal paha
d. Tumbuh jakun di lehe
e. Bahu lebih lebar sehingga dada membidang
f. Pertumbuhan pada organ kelamin yang diikuti kematangan organ reproduksi
2. Perkembangan Fisik pada Anak Perempuan Perkembangan fisik anak perempuan, meliputi:
a. Suara menjadi lebih nyaring
b. Organ reproduksi mulai menghasilkan sel telur, ditandai dengan datangnya haid
atau menstruasi
c. Payudara mulai berkembang
d. Tumbuh rambut di ketiak dan pangkal paha
e. Kulit menjadi lebih halus
C. Perkembangbiakan Tumbuhan
Semua makhluk hidup di alam ini melakukan perkembangbiakan. Pernahkah kamu memperhatikan tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar lingkunganmu? Pertambahan jumlah hewan dan tumbuhan terjadi melalui proses perkembangbiakan. Berkembang biak adalah terbentuknya individu baru yang sama jenisnya dengan individu yang menghasilkannya. Contohnya seekor induk ayam menghasilkan anak ayam. Tujuan perkembangbiakan yaitu untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah. Tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan berbiji dan tumbuhan tidak berbiji.
1. Perkembangbiakan Tumbuhan Berbiji
Perkembangbiakan pada tumbuhan berbiji dapat terjadi dengan dua cara, yaitu: a. secara kawin (generatif)
b. secara tak kawin (vegetatif)
a. Perkembangbiakan generatif
Perkembangbiakan generatif terjadi pada tumbuhan yang
mempunyai bunga. Perkembangbiakan generatif diawali dengan proses penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik. Penyerbukan diikuti dengan pembuahan. Proses pembuahan merupakan perkembangan bakal buah menjadi buah dan biji.
Perhatikan bagian-bagian bunga pada gambar berikut ini. Bagian-bagian bunga:
1. Dasar bunga
2. Kelopak bunga
3. Mahkota bunga
4. Putik
5. Benang sari
Bunga sebagai organ reproduksi pada tumbuhan
Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri dari bakal buah, bakal biji, tangkai putik, dan kepala putik. Perhatikan gambar di samping ini.
Kepala Putik
Tangkai Putik
Bakal Buah
Bakal Biji
Kepala sari Tangkai sari
Bagian-bagian putik
Benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan. Benang sari terdiri dari kepala sari dan tangkai sari.
Bagian-bagian benang sari
Penyerbukan dibedakan menjadi 4 jenis. Perhatikan tabel di bawah ini.
No. Jenis penyerbukan Keterangan
1. Penyerbukan Jika serbuk sari yang jatuh di atas
sendiri kepala putik berasal dari bunga yang sama.
2. Penyerbukan Jika serbuk sari yang jatuh di atas
tetangga kepala putik berasal dari bunga yang
berbeda tetapi masih satu tanaman.
3. Penyerbukan silang Jika serbuk sari yang jatuh di atas
kepala putik berasal dari tanaman
yang berbeda tetapi masih satu jenis.
4. Penyerbukan bastar Jika serbuk sari yang jatuh di atas
kepala putik berasal dari tanaman
yang berbeda, masih satu jenis tapi beda varietas. Penyerbukan Penyerbukan Penyerbukan Penyerbukan sendiri tetangga silang bastar
Jenis-jenis penyerbukan
Umumnya penyerbukan pada bunga dibantu oleh serangga, misalnya lebah dan kupu-kupu. Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh serangga biasanya memiliki mahkota bunga berwarna cerah. Warna mahkota bunga yang indah berfungsi untuk menarik perhatian serangga. Selain itu, tanaman juga memiliki kelenjar madu yang merupakan makanan bagi serangga.
Perantara penyerbukan lainnya yaitu manusia dan angin. Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh manusia, misalnya Vanili. Sedangkan tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh angin, misalnya tanaman jagung dan rumput-rumputan. Tanaman jagung dan rumput-rumputan memiliki serbuk sari yang banyak, kecil, dan ringan. Serbuk sarinya yang ringan mudah diterbangkan oleh angin.
b. Perkembangbiakan vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif merupakan perkembang-biakan secara tak kawin. Perkembangbiakan ini dapat terjadi secara alami dan buatan.
1) Perkembangbiakan vegetatif alami
(a) Tunas
P e r k e m b a n g b i a k a n pada pisang terjadi dengan tunas. Batang yang ada di dalam tanah akan mem-bentuk tunas. Contoh lain tumbuhan yang berkem-bang biak dengan tunas adalah bambu dan tebu.
Tunas
Pisang berkembang biak dengan tunas
(b) Tunas daun
Tunas pada cocor bebek merupa kan tunas daun. Tunas ini tumbuh pada ketiak daun. Tunas daun juga terdapat pada kaktus.
tunas daun
Cocor bebek berkembang biak
dengan tunas daun
(c) Umbi lapis
umbi lapis
Umbi lapis merupakan umbi yang berlapis-lapis dan tumbuh tunas di tengahnya. Umbi lapis baru yang berasal dari ketiak terluar akan tumbuh mem-bentuk tunas. Tunas ini disebut siung. Contohnya bawang merah.
Umbi lapis pada bawang merah
(d) Umbi batang tunas
Perkembangbiakan pada umbi
batang misalnya terdapat pada
kentang dan ubi jalar. Tunas dapat
tumbuh pada beberapa tempat
(pada mata tunas).
umbi akar
Wortel berkembang biak dengan umbi akar
Umbi batang pada kentang
(e) Umbi akar
Umbi akar merupakan bagian akar yang membesar karena berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Umbi akar dapat tidak mempunyai tunas dan tidak berbuku-buku. Tana-man yang berkembang biak dengan umbi akar, misalnya wortel, dahlia, dan singkong.
(f) Akar tinggal (rhizoma)
Perkembangbiakan dengan akar tinggal mirip dengan tunas. Tunas pada akar tinggal merupakan batang yang tumbuh mendatar di permuka-an tanah. Ciri akar tinggal adalah bentuknya mirip akar, tetapi ber-buku-buku seperti batang. Contohnya terdapat pada kunyit, lengkuas, dan temulawak.
rhizoma
Rhizoma pada kunyit
(g) Geragih atau stolon
Geragih atau stolon merupakan batang yang tumbuh menjalar di atas atau bawah tanah. Geragih di atas permukaan tanah contohnya terdapat pada arbei dan semanggi. Sedangkan geragih di bawah permukaan tanah contohnya terdapat pada rumput teki.
stolon(geragih)
Geragih merupakan batang yang tumbuh menjalar di atas atau bawah tanah
2) Perkembangbiakan vegetatif buatan (a) Okulasi atau menempel
Okulasi yaitu menempelkan batang yang memiliki tunas pada pohon lain yang sejenis. Tanaman yang diambil tunasnya biasanya memiliki keunggulan. Keunggulan tersebut antara lain tanamannya lebih kuat, buahnya lebih besar, dan tahan penyakit. Contohnya okulasi tanaman singkong karet dengan singkong biasa
potong ujung
mata tunas
mata tunas
pisau steril
a. pengambilan b. pengirisan kulit c. penempelan d. pengikatan tempelan
mata tunas batang mata tunas mata tunas
Cara mengokulasi tanaman
(b) Mengenten atau menyambung
Mengenten yaitu menyambung satu batang tanaman dengan batang bawah tanaman lain-nya. Contohnya dilakukan pada tanaman ram-butan dan tanaman ace binjai.
Mengenten tanaman
(c) Stek
mata tunas
ranting yang akan
disambung ke
batang pokok
tali rafia
kemiringan
potongan + 450
–
batang pokok
Pembiakan dengan stek yaitu dengan cara memotong batang tanaman induk yang telah tua. Potongan batang tersebut harus mempunyai buku, agar dapat tumbuh. Contoh: stek batang singkong dan tebu.
stek daun
1. potong daun 2. tanama secara vertikal
stek batang ke dalam kompos,
dengan baik.
3. Semprot dengan fungsida, tutup dengan poliethyen.e
Stek batang dan daun
(d) Mencangkok
Pembiakan dengan mencangkok hanya dapat dilakukan pada tumbuh-an dikotil. Langkah awal mencangkok yaitu meng-hilangkan sebagian kulit batang serta kambium-nya. Setelah kambium hilang, batang ditutup dengan tanah. Dengan perawatan yang baik, bagian atas kulit batang yang disayat akan tumbuh akar. Kemudian, bagian batang tersebut dipotong dan ditanam dalam tanah. Contohnya pada pohon mangga, durian, dan ram-butan.
1. Kulit batang dikupas 2. Kantong plastik
berisi media dibuka
3. Cabang yang sudah 4. Teknik pencangkokan
dikupas kulitnya yang efektif dan efisien
dimasukkan ke dalam telah selesai
kantong media
Mencangkok untuk mendapatkan tanaman
baru yang sejenis
(e) Merunduk
Merunduk yaitu menimbun bagian cabang yang tumbuh me-manjang di permukaan tanah. Bagian cabang yang tumbuh me-manjang dibenamkan di bawah tanah. Bagian yang terbenam tanah ini dapat tumbuh akar baru. Contoh: anggur, apel, alamanda, dan anyelir.
Tumbuhan induk Dipancang Akar serabut
Pembiakan dengan cara merunduk
2. Perkembangbiakan Tumbuhan Tidak Berbiji
Perkembangbiakan pada tumbuhan tidak berbiji merupakan perkembangbiakan vegetatif. Cara perkembangbiakannya, antara lain:
a. Membelah diri
Tumbuhan yang berkembang biak secara membelah diri, disebut tumbuhan belah. Contoh: ganggang biru. Tumbuhan belah hanya dapat diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 1000 kali
b. Spora
Perkembangbiakan dengan spora terjadi pada jamur, tumbuhan paku, dan lumut.
D. Perkembangbiakan Hewan
1. Perkembangbiakan Hewan Tak Bertulang Belakang
Hewan tak bertulang belakang disebut juga hewan invertebrata. Perkembangbiakan hewan tak bertulang belakang dapat terjadi secara generatif dan vegetatif.
a. Perkembangbiakan secara tak kawin (vegetatif)
Perkembangbiakan secara vegetatif terjadi tanpa melalui proses pembuahan. Perkembangbiakan vegetatif pada hewan invertebrata meliputi:
1) Tunas
Hydra merupakan contoh hewan yang berkembang biak dengan
bertunas. Hydra yang sudah cukup tua dan besar membentuk tunas. Tunas ini kemudian lepas dari induknya dan berkembang menjadi individu baru.
Tunas Hydra Tunas Hydra Tunas Hydra lepas dari induknya
menjadi individu baru
Tunas pada Hydra
2) Membelah diri
Membelah diri adalah proses pembentukan individu baru me-lalui proses pembelahan diri. Pem-belahan diri menghasilkan dua individu baru atau lebih. Contoh hewan yang berkembang biak dengan membelah diri yaitu Amoeba dan Paramaecium.
Amoeba berkembang biak dengan membelah diri
3) Spora
Hewan yang berkembang biak dengan membentuk spora contoh-nya Plasmodium. Beberapa jenis Plasmodium dapat menyebabkan penyakit malaria.
Plasmodium berkembang biak dengan spora
4) Partenogenesis
Sel telur tanpa proses pembuahan dapat tumbuh menjadi individu baru. Contohnya pada lebah.
b. Perkembangbiakan secara kawin (generatif)
Perkembangbiakan secara kawin pada hewan invertebrata meliputi
1) Anisogami
Anisogami yaitu peleburan dua sel kelamin yang berbeda bentuk dan ukurannya. Misalnya pada Hydra dan cacing tanah.
2) Konjugasi
Konjugasi merupakan perkawinan 2 jenis individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya. Dua hewan sejenis bergabung (konjugasi) kemudian berpisah. Masing-masing bagian yang terpisah ini akan menjadi individu baru.
2. Perkembangbiakan Hewan Bertulang Belakang
Perkembangbiakan hewan bertulang belakang atau vertebrata terjadi melalui proses peleburan sel kelamin. Peleburan antara sel kelamin jantan dan betina disebut pembuahan. Pembuahan dapat terjadi melalui dua cara, meliputi:
1) Pembuahan eksternal atau pembuahan di luar sel. Artinya peleburan sel telur dan sel sperma terjadi di luar tubuh induk betina. Contohnya ikan dan katak.
2) Pembuahan internal atau pembuahan di dalam sel. Artinya peleburan sel telur dan sperma terjadi dalam tubuh induknya. Contohnya mamalia, reptil, dan burung.
Sel telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot akan berkembang menjadi individu baru.
Perkembangbiakan generatif pada hewan vertebrata dapat terjadi secara ovipar, vivipar, atau ovovivipar. Perkembangbiakan secara ovipar yaitu perkembangbiakan dengan bertelur. Contoh: ayam, burung, dan ikan. Vivipar adalah cara perkembangbiakan dengan beranak. Contoh: anjing, gajah, harimau, dan kucing. Sedangkan ovovivipar adalah cara perkembangbiakan dengan bertelur dan beranak. Contoh: ular, kadal, dan buaya.
AKU PASTI BISA
Salin dan lengkapilah tabel di bawah ini. Kerjakan di buku latihanmu.
No. Tumbuhan Cara Perkembangbiakan Keterangan
atau Hewan Generatif Vegetatif
1. Keladi air
2. Pisang
3. Strober
4. Ketela
5. Kelapa
6. Kucing
7. Cacing pita
8. Capung
9. Penyu
10. Kadal
Pertanyaan:
1. Adakah tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih ?
2. Bagaimana cara perkembangbiakan pada cacing pita?
3. Apa yang terjadi jika bagian tubuh cacing pita terpotong?
4. Coba kamu diskusikan dengan kelompokmu. Masing-masing kelompok mengemukakan hasil tabel yang dibuat di depan kelas. Kelompok yang lain mengomentari dan guru akan membimbingmu.
E. Perkembangbiakan Manusia
Perkembangbiakan pada manusia terjadi secara generatif. Perkembangbiakan secara generatif yaitu terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sel kelamin jantan disebut sperma dan sel kelamin betina disebut ovum. Perhatikan gambar di bawah ini.
Testis menghasilkan jutaan sperma setiap hari. Sperma bergerak di sepanjang saluran sperma (vas deferens), lalu keluar melalui penis.
Sumber: Ensiklopedia mini, 2003
Alat reproduksi pria
Ovarium melepaskan satu sel telur setiap bulan. Telur akan dibuahi bila bertemu dengan sperma. Pembuahan terjadi di sepanjang tuba falopi menuju uterus (rahim).
Sumber: Ensiklopedia mini, 2003
Gb. 2.23 Alat reproduksi wanita
Sumber: Ensiklopedia mini, 2003
Bayi dalam kandungan
Dua hari setelah pembuahan, sel telur telah membelah menjadi empat sel. Sel-sel tersebut akan terus mem-belah hingga menjadi milyaran sel. Milyaran sel ini akan membentuk tubuh manusia.
Bayi yang berusia 38-40 minggu sudah siap untuk dilahirkan. Beberapa minggu sebelumnya ia berputar dalam rahim. Selama proses kelahiran, otot dinding rahim mulai berkontraksi. Lapisan atau membran yang menye-lubungi bayi pecah. Pecahnya lapisan ini akan mendorong bayi keluar melalui vagina.
SEKILAS INFO
Tulang tengkorak bayi akan membesar seiring pertumbuhan otaknya yang sangat cepat
Pada saat dilahirkan, tulang tengkorak bayi lentur dan lunak. Hal ini yang menyebabkan bayi dapat terlahir dengan selamat. Tulang tengkorak bayi memiliki celah berisi bahan yang lentur. Celah ini memungkinkan tengkorak bayi sedikit mengkerut. Pada saat dilahirkan, tulang tengkorak akan membesar seiring dengan pertumbuhan otaknya yang sangat cepat. Saat bayi berusia dua tahun, celah-celah ini akan menjadi tulang.
RANGKUMAN
1. Pertumbuhan dan perkembangan
a. Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan perubahan dari kecil menjadi besar dan tinggi, disertai pertambahan berat. Perkembangan merupakan perubahan struktur dan fungsi organ tubuh makhluk hidup.
b. Secara sistematis pertumbuhan manusia melalui tahapan: bayi-balita-usia sekolah-remaja-dewasa-tua.
2. Perkembangan fisik pada manusia
a. Perkembangan fisik pada anak laki-laki dan perempuan tidak sama.
b. Perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan dapat diamati pada usia sekitar 12 tahun.
c. Perkembangan yang dapat diamati meliputi: suara, tumbuhnya rambut, pertumbuhan organ kelamin, dan perubahan fisik.
3. Makhluk hidup berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah.
4. Tumbuhan berbiji berkembang biak secara generatif dan vegetatif.
5. Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berbiji. Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Sedangkan benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan.
6. Perkembangbiakan generatif diawali dengan proses penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik
7. Perkembangbiakan vegetatif dibedakan menjadi vegetatif alami dan vegetatif buatan.
8. Perkembangbiakan pada tumbuhan tidak berbiji antara lain dengan cara membelah diri dan spora.
9. Perkembangbiakan hewan tak bertulang belakang (invertebrata) terjadi secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif misalnya dengan tunas, membelah diri, dan spora. Sedangkan perkembangbiakan generatif misalnya anisogami dan konjugasi.
10. Manusia berkembang biak secara generatif, yaitu terjadi peleburan sel telur dengan sel sperma.
PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP
Tujuan Pembelajaran:
1) menceritakan perkembangan dan pertumbuhan manusia;
2) membedakan ciri-ciri perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan;
3) mengetahui cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan.
Pertumbuhan manusia dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan tua Perhatikan gambar di atas.
Gambar di atas memperlihatkan pertumbuhan manusia. Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Awalnya, kita adalah bayi mungil yang lemah. Kemudian tumbuh besar, serta belajar berjalan dan berbicara. Pada usia tertentu, kita berkembang menjadi dewasa.
Proses pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi pada tumbuhan dan hewan. Bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan itu terjadi? Bagaimana ciri-ciri fisik anak laki-laki dan perempuan? Ayo, simak pembahasan berikut ini.
Perkembangbiakan Makhluk Hidup
BAB 2 Peta Konsep
Perkembangbiakan Makhluk Hidup Manusia Tumbuhan Hewan
Perkembangbiakan
Makhluk Hidup
Manusia Tumbuhan
Hewan
Generatif
Generatif Vegetatif Vegetatif Generatif
Peleburan Sel - Membelah Diri Penyerbukan
Kelamin - Spora
- Tunas
Alami Buatan
Kata Kunci :
• pertumbuhan
• vegetati
• perkembangan
• penyerbukan
• generatif
• pembuahan
A. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia
Kamu pasti pernah melihat tanaman yang awalnya kecil kemudian kelamaan menjadi semakin besar. Peristiwa itu disebut pertumbuhan. Manusia juga mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan merupakan perubahan dari kecil menjadi besar dan tinggi, disertai pertambahan berat. Kamu akan mengalami pertumbuhan mulai dari bayi-kanak-kanak-remaja-dewasa-dan akhirnya tua. Pertumbuhan tersebut biasanya disertai dengan perubahan sikap, perilaku,dan gejala-gejala lainnya.
Manusia mengalami pertumbuhan dari kecil sampai dewasa
Selain mengalami pertumbuhan, manusia juga mengalami per-kembangan. Ciri-ciri perkembangan pada manusia contohnya adalah perubahan fisik pada laki-laki dan perempuan. Bagi anak-anak yang telah memasuki usia 12-17 tahun digolongkan sebagai remaja. Pada remaja akan terjadi perubahan tubuh yang jelas pada dirinya.Perubahan ini dikenal dengan sebutan masa puber.
Secara umum perubahan yang tampak adalah anak tersebut semakin cepat besar serta tumbuhnya rambut pada ketiak dan daerah kemaulan. Pada anak laki-laki akan terjadi perubahan suara,tumbuhnya kumis, dan jakun. Pada anak perempuan payudaranya tumbuh dan terjadi datang bulan(haid).
AKU PASTI BISA
Tujuan : Mengetahui tanda fisik yang dialami anggota
kelompokmu
Cara kerja :
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan di kelasmu.
2. Perhatikan dengan seksama apakah ada tanda-tanda puber yang dialami anggota kelompokmu. Sebutkan tanda-tanda fisik tersebut dan tuliskan di buku tugasmu!
3. Kerjakan di buku latihanmu.
No. Nama Jenis Kelamin Ciri-ciri fisik Keterangan
Coba kamu diskusikan hasil pengamatanmu dari tabel di atas. Kesimpulan apa yang dapat kamu ambil dari pengamatan tersebut. Minta bimbingan gurumu untuk penjelasan yang lebih lengkap tentang ciri-ciri fisik pertumbuhan manusia
B. Ciri Perkembangan Fisik pada Manusia
Coba perhatikan anggota keluargamu. Anggota keluargamu ada yang laki-laki dan ada yang perempuan. Usia anggota keluargamu berbeda-beda. Ada yang masih anak-anak, remaja, dewasa, dan ada yang sudah tua. Ukuran tubuhmu juga berbeda dengan anggota keluarga lainnya.
Secara fisik, laki-laki dan perempuan juga berbeda. Apa per-bedaannya? Agar lebih jelas, kamu dapat mempelajari pembahasan di bawah ini.
1. Perkembangan Fisik pada Anak Laki-laki
Saat berusia sekitar 12-17 tahun, kamu memasuki masa remaja. Masa remaja sering disebut masa puber (pubertas). Pubertas ditandai dengan adanya perubahan-perubahan fisik. Perubahan fisik pada anak laki-laki, antara lain:
18 Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 6 Sekolah Dasar
a. Suara menjadi besar (berat)
b. Tumbuh kumis, janggut, dan cambang
c. Tumbuh rambut di ketiak dan pangkal paha
d. Tumbuh jakun di lehe
e. Bahu lebih lebar sehingga dada membidang
f. Pertumbuhan pada organ kelamin yang diikuti kematangan organ reproduksi
2. Perkembangan Fisik pada Anak Perempuan Perkembangan fisik anak perempuan, meliputi:
a. Suara menjadi lebih nyaring
b. Organ reproduksi mulai menghasilkan sel telur, ditandai dengan datangnya haid
atau menstruasi
c. Payudara mulai berkembang
d. Tumbuh rambut di ketiak dan pangkal paha
e. Kulit menjadi lebih halus
C. Perkembangbiakan Tumbuhan
Semua makhluk hidup di alam ini melakukan perkembangbiakan. Pernahkah kamu memperhatikan tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar lingkunganmu? Pertambahan jumlah hewan dan tumbuhan terjadi melalui proses perkembangbiakan. Berkembang biak adalah terbentuknya individu baru yang sama jenisnya dengan individu yang menghasilkannya. Contohnya seekor induk ayam menghasilkan anak ayam. Tujuan perkembangbiakan yaitu untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah. Tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan berbiji dan tumbuhan tidak berbiji.
1. Perkembangbiakan Tumbuhan Berbiji
Perkembangbiakan pada tumbuhan berbiji dapat terjadi dengan dua cara, yaitu: a. secara kawin (generatif)
b. secara tak kawin (vegetatif)
a. Perkembangbiakan generatif
Perkembangbiakan generatif terjadi pada tumbuhan yang
mempunyai bunga. Perkembangbiakan generatif diawali dengan proses penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik. Penyerbukan diikuti dengan pembuahan. Proses pembuahan merupakan perkembangan bakal buah menjadi buah dan biji.
Perhatikan bagian-bagian bunga pada gambar berikut ini. Bagian-bagian bunga:
1. Dasar bunga
2. Kelopak bunga
3. Mahkota bunga
4. Putik
5. Benang sari
Bunga sebagai organ reproduksi pada tumbuhan
Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri dari bakal buah, bakal biji, tangkai putik, dan kepala putik. Perhatikan gambar di samping ini.
Kepala Putik
Tangkai Putik
Bakal Buah
Bakal Biji
Kepala sari Tangkai sari
Bagian-bagian putik
Benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan. Benang sari terdiri dari kepala sari dan tangkai sari.
Bagian-bagian benang sari
Penyerbukan dibedakan menjadi 4 jenis. Perhatikan tabel di bawah ini.
No. Jenis penyerbukan Keterangan
1. Penyerbukan Jika serbuk sari yang jatuh di atas
sendiri kepala putik berasal dari bunga yang sama.
2. Penyerbukan Jika serbuk sari yang jatuh di atas
tetangga kepala putik berasal dari bunga yang
berbeda tetapi masih satu tanaman.
3. Penyerbukan silang Jika serbuk sari yang jatuh di atas
kepala putik berasal dari tanaman
yang berbeda tetapi masih satu jenis.
4. Penyerbukan bastar Jika serbuk sari yang jatuh di atas
kepala putik berasal dari tanaman
yang berbeda, masih satu jenis tapi beda varietas. Penyerbukan Penyerbukan Penyerbukan Penyerbukan sendiri tetangga silang bastar
Jenis-jenis penyerbukan
Umumnya penyerbukan pada bunga dibantu oleh serangga, misalnya lebah dan kupu-kupu. Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh serangga biasanya memiliki mahkota bunga berwarna cerah. Warna mahkota bunga yang indah berfungsi untuk menarik perhatian serangga. Selain itu, tanaman juga memiliki kelenjar madu yang merupakan makanan bagi serangga.
Perantara penyerbukan lainnya yaitu manusia dan angin. Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh manusia, misalnya Vanili. Sedangkan tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh angin, misalnya tanaman jagung dan rumput-rumputan. Tanaman jagung dan rumput-rumputan memiliki serbuk sari yang banyak, kecil, dan ringan. Serbuk sarinya yang ringan mudah diterbangkan oleh angin.
b. Perkembangbiakan vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif merupakan perkembang-biakan secara tak kawin. Perkembangbiakan ini dapat terjadi secara alami dan buatan.
1) Perkembangbiakan vegetatif alami
(a) Tunas
P e r k e m b a n g b i a k a n pada pisang terjadi dengan tunas. Batang yang ada di dalam tanah akan mem-bentuk tunas. Contoh lain tumbuhan yang berkem-bang biak dengan tunas adalah bambu dan tebu.
Tunas
Pisang berkembang biak dengan tunas
(b) Tunas daun
Tunas pada cocor bebek merupa kan tunas daun. Tunas ini tumbuh pada ketiak daun. Tunas daun juga terdapat pada kaktus.
tunas daun
Cocor bebek berkembang biak
dengan tunas daun
(c) Umbi lapis
umbi lapis
Umbi lapis merupakan umbi yang berlapis-lapis dan tumbuh tunas di tengahnya. Umbi lapis baru yang berasal dari ketiak terluar akan tumbuh mem-bentuk tunas. Tunas ini disebut siung. Contohnya bawang merah.
Umbi lapis pada bawang merah
(d) Umbi batang tunas
Perkembangbiakan pada umbi
batang misalnya terdapat pada
kentang dan ubi jalar. Tunas dapat
tumbuh pada beberapa tempat
(pada mata tunas).
umbi akar
Wortel berkembang biak dengan umbi akar
Umbi batang pada kentang
(e) Umbi akar
Umbi akar merupakan bagian akar yang membesar karena berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Umbi akar dapat tidak mempunyai tunas dan tidak berbuku-buku. Tana-man yang berkembang biak dengan umbi akar, misalnya wortel, dahlia, dan singkong.
(f) Akar tinggal (rhizoma)
Perkembangbiakan dengan akar tinggal mirip dengan tunas. Tunas pada akar tinggal merupakan batang yang tumbuh mendatar di permuka-an tanah. Ciri akar tinggal adalah bentuknya mirip akar, tetapi ber-buku-buku seperti batang. Contohnya terdapat pada kunyit, lengkuas, dan temulawak.
rhizoma
Rhizoma pada kunyit
(g) Geragih atau stolon
Geragih atau stolon merupakan batang yang tumbuh menjalar di atas atau bawah tanah. Geragih di atas permukaan tanah contohnya terdapat pada arbei dan semanggi. Sedangkan geragih di bawah permukaan tanah contohnya terdapat pada rumput teki.
stolon(geragih)
Geragih merupakan batang yang tumbuh menjalar di atas atau bawah tanah
2) Perkembangbiakan vegetatif buatan (a) Okulasi atau menempel
Okulasi yaitu menempelkan batang yang memiliki tunas pada pohon lain yang sejenis. Tanaman yang diambil tunasnya biasanya memiliki keunggulan. Keunggulan tersebut antara lain tanamannya lebih kuat, buahnya lebih besar, dan tahan penyakit. Contohnya okulasi tanaman singkong karet dengan singkong biasa
potong ujung
mata tunas
mata tunas
pisau steril
a. pengambilan b. pengirisan kulit c. penempelan d. pengikatan tempelan
mata tunas batang mata tunas mata tunas
Cara mengokulasi tanaman
(b) Mengenten atau menyambung
Mengenten yaitu menyambung satu batang tanaman dengan batang bawah tanaman lain-nya. Contohnya dilakukan pada tanaman ram-butan dan tanaman ace binjai.
Mengenten tanaman
(c) Stek
mata tunas
ranting yang akan
disambung ke
batang pokok
tali rafia
kemiringan
potongan + 450
–
batang pokok
Pembiakan dengan stek yaitu dengan cara memotong batang tanaman induk yang telah tua. Potongan batang tersebut harus mempunyai buku, agar dapat tumbuh. Contoh: stek batang singkong dan tebu.
stek daun
1. potong daun 2. tanama secara vertikal
stek batang ke dalam kompos,
dengan baik.
3. Semprot dengan fungsida, tutup dengan poliethyen.e
Stek batang dan daun
(d) Mencangkok
Pembiakan dengan mencangkok hanya dapat dilakukan pada tumbuh-an dikotil. Langkah awal mencangkok yaitu meng-hilangkan sebagian kulit batang serta kambium-nya. Setelah kambium hilang, batang ditutup dengan tanah. Dengan perawatan yang baik, bagian atas kulit batang yang disayat akan tumbuh akar. Kemudian, bagian batang tersebut dipotong dan ditanam dalam tanah. Contohnya pada pohon mangga, durian, dan ram-butan.
1. Kulit batang dikupas 2. Kantong plastik
berisi media dibuka
3. Cabang yang sudah 4. Teknik pencangkokan
dikupas kulitnya yang efektif dan efisien
dimasukkan ke dalam telah selesai
kantong media
Mencangkok untuk mendapatkan tanaman
baru yang sejenis
(e) Merunduk
Merunduk yaitu menimbun bagian cabang yang tumbuh me-manjang di permukaan tanah. Bagian cabang yang tumbuh me-manjang dibenamkan di bawah tanah. Bagian yang terbenam tanah ini dapat tumbuh akar baru. Contoh: anggur, apel, alamanda, dan anyelir.
Tumbuhan induk Dipancang Akar serabut
Pembiakan dengan cara merunduk
2. Perkembangbiakan Tumbuhan Tidak Berbiji
Perkembangbiakan pada tumbuhan tidak berbiji merupakan perkembangbiakan vegetatif. Cara perkembangbiakannya, antara lain:
a. Membelah diri
Tumbuhan yang berkembang biak secara membelah diri, disebut tumbuhan belah. Contoh: ganggang biru. Tumbuhan belah hanya dapat diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 1000 kali
b. Spora
Perkembangbiakan dengan spora terjadi pada jamur, tumbuhan paku, dan lumut.
D. Perkembangbiakan Hewan
1. Perkembangbiakan Hewan Tak Bertulang Belakang
Hewan tak bertulang belakang disebut juga hewan invertebrata. Perkembangbiakan hewan tak bertulang belakang dapat terjadi secara generatif dan vegetatif.
a. Perkembangbiakan secara tak kawin (vegetatif)
Perkembangbiakan secara vegetatif terjadi tanpa melalui proses pembuahan. Perkembangbiakan vegetatif pada hewan invertebrata meliputi:
1) Tunas
Hydra merupakan contoh hewan yang berkembang biak dengan
bertunas. Hydra yang sudah cukup tua dan besar membentuk tunas. Tunas ini kemudian lepas dari induknya dan berkembang menjadi individu baru.
Tunas Hydra Tunas Hydra Tunas Hydra lepas dari induknya
menjadi individu baru
Tunas pada Hydra
2) Membelah diri
Membelah diri adalah proses pembentukan individu baru me-lalui proses pembelahan diri. Pem-belahan diri menghasilkan dua individu baru atau lebih. Contoh hewan yang berkembang biak dengan membelah diri yaitu Amoeba dan Paramaecium.
Amoeba berkembang biak dengan membelah diri
3) Spora
Hewan yang berkembang biak dengan membentuk spora contoh-nya Plasmodium. Beberapa jenis Plasmodium dapat menyebabkan penyakit malaria.
Plasmodium berkembang biak dengan spora
4) Partenogenesis
Sel telur tanpa proses pembuahan dapat tumbuh menjadi individu baru. Contohnya pada lebah.
b. Perkembangbiakan secara kawin (generatif)
Perkembangbiakan secara kawin pada hewan invertebrata meliputi
1) Anisogami
Anisogami yaitu peleburan dua sel kelamin yang berbeda bentuk dan ukurannya. Misalnya pada Hydra dan cacing tanah.
2) Konjugasi
Konjugasi merupakan perkawinan 2 jenis individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya. Dua hewan sejenis bergabung (konjugasi) kemudian berpisah. Masing-masing bagian yang terpisah ini akan menjadi individu baru.
2. Perkembangbiakan Hewan Bertulang Belakang
Perkembangbiakan hewan bertulang belakang atau vertebrata terjadi melalui proses peleburan sel kelamin. Peleburan antara sel kelamin jantan dan betina disebut pembuahan. Pembuahan dapat terjadi melalui dua cara, meliputi:
1) Pembuahan eksternal atau pembuahan di luar sel. Artinya peleburan sel telur dan sel sperma terjadi di luar tubuh induk betina. Contohnya ikan dan katak.
2) Pembuahan internal atau pembuahan di dalam sel. Artinya peleburan sel telur dan sperma terjadi dalam tubuh induknya. Contohnya mamalia, reptil, dan burung.
Sel telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot akan berkembang menjadi individu baru.
Perkembangbiakan generatif pada hewan vertebrata dapat terjadi secara ovipar, vivipar, atau ovovivipar. Perkembangbiakan secara ovipar yaitu perkembangbiakan dengan bertelur. Contoh: ayam, burung, dan ikan. Vivipar adalah cara perkembangbiakan dengan beranak. Contoh: anjing, gajah, harimau, dan kucing. Sedangkan ovovivipar adalah cara perkembangbiakan dengan bertelur dan beranak. Contoh: ular, kadal, dan buaya.
AKU PASTI BISA
Salin dan lengkapilah tabel di bawah ini. Kerjakan di buku latihanmu.
No. Tumbuhan Cara Perkembangbiakan Keterangan
atau Hewan Generatif Vegetatif
1. Keladi air
2. Pisang
3. Strober
4. Ketela
5. Kelapa
6. Kucing
7. Cacing pita
8. Capung
9. Penyu
10. Kadal
Pertanyaan:
1. Adakah tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih ?
2. Bagaimana cara perkembangbiakan pada cacing pita?
3. Apa yang terjadi jika bagian tubuh cacing pita terpotong?
4. Coba kamu diskusikan dengan kelompokmu. Masing-masing kelompok mengemukakan hasil tabel yang dibuat di depan kelas. Kelompok yang lain mengomentari dan guru akan membimbingmu.
E. Perkembangbiakan Manusia
Perkembangbiakan pada manusia terjadi secara generatif. Perkembangbiakan secara generatif yaitu terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sel kelamin jantan disebut sperma dan sel kelamin betina disebut ovum. Perhatikan gambar di bawah ini.
Testis menghasilkan jutaan sperma setiap hari. Sperma bergerak di sepanjang saluran sperma (vas deferens), lalu keluar melalui penis.
Sumber: Ensiklopedia mini, 2003
Alat reproduksi pria
Ovarium melepaskan satu sel telur setiap bulan. Telur akan dibuahi bila bertemu dengan sperma. Pembuahan terjadi di sepanjang tuba falopi menuju uterus (rahim).
Sumber: Ensiklopedia mini, 2003
Gb. 2.23 Alat reproduksi wanita
Sumber: Ensiklopedia mini, 2003
Bayi dalam kandungan
Dua hari setelah pembuahan, sel telur telah membelah menjadi empat sel. Sel-sel tersebut akan terus mem-belah hingga menjadi milyaran sel. Milyaran sel ini akan membentuk tubuh manusia.
Bayi yang berusia 38-40 minggu sudah siap untuk dilahirkan. Beberapa minggu sebelumnya ia berputar dalam rahim. Selama proses kelahiran, otot dinding rahim mulai berkontraksi. Lapisan atau membran yang menye-lubungi bayi pecah. Pecahnya lapisan ini akan mendorong bayi keluar melalui vagina.
SEKILAS INFO
Tulang tengkorak bayi akan membesar seiring pertumbuhan otaknya yang sangat cepat
Pada saat dilahirkan, tulang tengkorak bayi lentur dan lunak. Hal ini yang menyebabkan bayi dapat terlahir dengan selamat. Tulang tengkorak bayi memiliki celah berisi bahan yang lentur. Celah ini memungkinkan tengkorak bayi sedikit mengkerut. Pada saat dilahirkan, tulang tengkorak akan membesar seiring dengan pertumbuhan otaknya yang sangat cepat. Saat bayi berusia dua tahun, celah-celah ini akan menjadi tulang.
RANGKUMAN
1. Pertumbuhan dan perkembangan
a. Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan perubahan dari kecil menjadi besar dan tinggi, disertai pertambahan berat. Perkembangan merupakan perubahan struktur dan fungsi organ tubuh makhluk hidup.
b. Secara sistematis pertumbuhan manusia melalui tahapan: bayi-balita-usia sekolah-remaja-dewasa-tua.
2. Perkembangan fisik pada manusia
a. Perkembangan fisik pada anak laki-laki dan perempuan tidak sama.
b. Perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan dapat diamati pada usia sekitar 12 tahun.
c. Perkembangan yang dapat diamati meliputi: suara, tumbuhnya rambut, pertumbuhan organ kelamin, dan perubahan fisik.
3. Makhluk hidup berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah.
4. Tumbuhan berbiji berkembang biak secara generatif dan vegetatif.
5. Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berbiji. Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Sedangkan benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan.
6. Perkembangbiakan generatif diawali dengan proses penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik
7. Perkembangbiakan vegetatif dibedakan menjadi vegetatif alami dan vegetatif buatan.
8. Perkembangbiakan pada tumbuhan tidak berbiji antara lain dengan cara membelah diri dan spora.
9. Perkembangbiakan hewan tak bertulang belakang (invertebrata) terjadi secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif misalnya dengan tunas, membelah diri, dan spora. Sedangkan perkembangbiakan generatif misalnya anisogami dan konjugasi.
10. Manusia berkembang biak secara generatif, yaitu terjadi peleburan sel telur dengan sel sperma.
MATERI PELAJARAN IPA KELAS 6 BAB 1
BAB 1
CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN HIDUPNYA
Tujuan Pembelajaran:
1) mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus hewan dengan lingkungannya;
2) mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus tumbuhan dengan lingkungannya.
Kamu tentu pernah melihat tanaman kaktus. Tanaman kaktus merupakan jenis tanaman yang hidup di daerah gurun. Daun dan batang kaktus merupakan bentuk penyesuaian diri dengan lingkungannya. Bagaimanakah hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya? Mari, temukan jawabannya dengan mempelajari bab ini.
BAB 1
Peta Konsep
Ciri Khusus Makhluk Hidup
dan
Lingkungan Hidupnya
Hewan Tumbuhan
Paruh Kaki Bentuk Lain Batang Daun Akar
Lingkungan Hidupnya
Kelestarian Hidup Kelestarian Hidup
Kata Kunci :
• adaptasi hewan • tumbuhan air
• adaptasi tumbuhan • tumbuhan kering
• bentuk paruh
bentuk kaki
A. Adaptasi dan Ciri-ciri Hewan
Ciri-ciri makhluk hidup, antara lain
1. Bergerak
2. Bernapas
3. Berkembang biak
4. Tumbuh dan berkembang
5. Memerlukan makanan
6. Memerlukan air
7. Memerlukan suhu tertentu
8. Peka terhadap rangsang
9. Mengeluarkan zat sisa
Ciri-ciri di atas membedakan makhluk hidup dengan benda mati. Selain ciri-ciri di atas, makhluk hidup juga dilengkapi dengan ciri khusus. Ciri khusus ini membedakan antara makhluk yang satu dengan yang lain. Ciri khusus merupakan penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya. Proses penyesuaian diri terhadap lingkungan disebut adaptasi. Adaptasi merupakan proses yang berjalan lambat.
1. Bentuk Adaptasi Hewan
Hewan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan hidup, melindungi diri dari musuh, dan mempertahankan jenisnya. Bentuk adaptasi hewan bermacam-macam. Misalnya dapat kita amati pada bunglon, kelelawar, cicak, dan bebek.
a. Bunglon
Bunglon mempunyai kemampuan untuk mengubah warna kulit sesuai dengan tempat yang disinggahinya. Ketika bunglon berada di tanah, kulitnya berwarna coklat menyerupai tanah. Ketika berada di atas pohon, kulit bunglon berubah menjadi hijau menyerupai daun. Perubahan tersebut bertujuan untuk melindungi dirinya dari serangan musuh. Kemampuan bunglon mengubah warna kulit
b. Burung
Adaptasi juga terjadi pada burung. Bentuk paruh burung ber-aneka ragam sesuai dengan jenis makanannya. Di bawah ini adalah jenis-jenis paruh pada burung.
Burung elang memiliki paruh tajam dan bengkok. Paruhnya yang kuat berfungsi untuk mencabik mangsanya.
Burung pipit memiliki paruh yang runcing, pendek, dan kuat. Paruhnya yang pendek dan kuat merupakan bentuk penyesuaian terhadap jenis makanannya. Burung pipit adalah pemakan biji-bijian.
Burung pelikan memiliki kantung besar di paruhnya. Kantung ini ber-guna untuk menciduk ikan dan air.
Paruh burung kolibri berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh burung kolibri berguna untuk menggapai nektar (madu) di dalam bunga.
Burung flaminggo memiliki bentuk paruh yang lebar dan berjumbai. Paruh burung flaminggo dapat menyaring udang dan binatang kecil dari air berlumpur.
Paruh burung kolibri berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh burung kolibri berguna untuk menggapai nektar (madu) di dalam bunga.
c. ular
Seperti yang kamu tahu, ular adalah hewan karnivora atau pemakan daging, dan tidak pernah mengunyah atau mencabik-cabik makanannya seperti kita. Mangsa yang didapat langsung ditelan secara utuh. Mengapa bisa seperti itu ya? Ya, karena susunan rahangnya melekat secara longgar dengan susunan tulang pada rangka kepala.
mungkinkan ular menelan mangsa yang lebih besar dari dirinya sendiri. Selain itu ular juga memiliki cairan pencerna yang mampu menghancurkan makanan.
Pada beberapa jenis ular, ada yang membelit mangsanya dengan kuat sehingga mangsanya kehabisan nafas, dan dengan mudah sang ular dapat memakannya.
d. katak
Bagi katak, melakukan kamuflase (penyamaran)agar seolah tubuhnya beracun adalah trik untuk menghindar dari predator atau pemangsa.Katak pun memiliki per-samaan dengan cicak, yaitu lidahnya yang panjang dan lengket, sehingga serangga yang mendekat dapat dengan cepat di-sambar dan tidak dapat berkutik lagi.
e. Kucing
Pernahkan kamu mendengar langkah kaki kucing? Mengapa kucing tidak bersuara dalam melangkah?Karena, kucing memiliki dua ciri khusus. Pertama adalah kakinya. Kaki kucing memiliki lapisan empuk dan tebal yang berguna untuk menyembunyikan kukunya. Pada saat berjalan kukunya ditarik masuk sehingga tidak bersuara, sehingga musuh tidak mendengar ketika didekatinya.
Perhatikan pula posisi kuku ketika sedang diam dan pada saat siap untuk menerkam! Pada waktu santai, kuku ditarik masuk ke dalam bantalan di kaki. Namun dalam keadaan siap menerkam, kukunya
ditegangkan dan dikeluarkan dari posisi istirahat. Ciri kedua adalah matanya. Pernahkan kamu
melihat mata kucing dalam gelap? Matanya bersinar? Ya, betul! Hal ini karena mata kucing sangat tajam sehingga bisa melihat dalam gelap.
Semua makhluk dirancang dengan ciri-ciri khusus yang membuatnya dapat bertahan hidup di lingkungannya. Semua itu adalah ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa.
Selain bentuk paruh yang beraneka ragam, bentuk kaki burung juga ber-variasi. Bentuk kaki burung merupakan bentuk adaptasi untuk mendapatkan makanan.
Kaki burung elang memiliki cakar menyerupai kait. Kakinya berfungsi untuk merobek dan memegang mangsa.
Kaki burung flaminggo bentuknya panjang dan kurus. Burung flaminggo beradaptasi dengan
lingkungan tempat hidupnya. Burung flaminggo hidup di sepanjang tepi danau dan sungai. Jenis makanan burung flaminggo adalah ikan, udang, dan binatang kecil. Bentuk kaki burung flaminggo tersebut berguna untuk melindungi diri agar tidak tenggelam.
f. Kelelawar
Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang.
Kelelawar termasuk binatang nokturnal. Binatang nokturnal adalah binatang yang mencari makan pada malam hari. Kelelawar mempunyai pendengaran dan penciuman yang tajam. Kelelawar menggunakan suara untuk menangkap serangga dalam ke-gelapan. Kelelawar mengeluarkan suara yang tinggi yang tidak bisa didengar manusia. Pantulan suara tersebut menunjukkan letak mangsa.
g. Cicak
Kamu pasti sering melihat cicak. Cicak banyak kita jumpai menempel di dinding dan langit-langit rumah. Cicak merupakan hewan reptil. Cicak mempunyai tiga ciri khusus, antara lain:
Cicak memiliki kaki berperekat
1) Cicak memiliki kaki yang dapat menempel di dinding dan langit-langit rumah.
2) Cicak adalah hewan pemakan serangga. Cicak menangkap serangga dengan menjulurkan lidahnya yang panjang. Cicak memiliki lidah yang panjang
3) Ciri khusus cicak lainnya yaitu memutuskan ekornya. Cicak me-mutuskan
ekornya untuk mengelabui pemangsa. Ekor cicak dapat tumbuh lagi seperti semula setelah diputuskan. Kemampuan cicak untuk memutuskan ekornya sendiri disebut autotomi. Tiga ciri khusus di atas merupakan bentuk adaptasi cicak. Bentuk tubuh cicak menyesuaikan dengan lingkungan dan jenis makanannya.
h. Bebek
Bebek merupakan salah satu jenis burung yang hidupnya sering di air. Bebek mempunyai bentuk paruh datar dan tumpul. Paruh tersebut digunakan untuk menyaring makanan dari air. Makanan bebek adalah serangga, cacing, dan sayuran. Selain bentuk paruh, bebek mempunyai ciri khusus pada kakinya. Bebek mempunyai bentuk kaki pendek dengan tiga jari yang berselaput menjadi satu. Selaput pada jari bebek berguna untuk berenang.
B. Adaptasi dan Ciri-ciri Tumbuhan
1. Bentuk Adaptasi Tumbuhan
Sama seperti hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan lingkungannya. Misalnya: pohon cemara,teratai,putri malu, dan lain-lain.
a. Pohon cemara
Pohon cemara mempunyai bentuk daun yang runcing. Daunnya yang runcing berguna untuk mengurangi penguapan. Bentuk daun tersebut merupakan adap-tasi pohon cemara terhadap lingkungan yang panas.
b. Tumbuhan teratai
Teratai merupakan tumbuh-an yang hidup di permukaan air. Tumbuhan teratai mempunyai daun yang berbentuk lebar dan tipis. Daunnya ada yang lebar dan ada juga tipis, berfungsi untuk memperbanyak penguap-an. Bentuk daun tersebut me-rupakan bentuk adaptasi teratai terhadap tempat hidupnya
c. Tumbuhan putri malu
Apakah kamu pernah melihat tumbuhan putri malu? Tumbuhan putri malu banyak dijumpai tumbuh di tepi jalan. Tumbuhan putri malu mempunyai ciri khusus pada daunnya. Daun tumbuhan putri malu akan mengatup apa-bila tersentuh sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa putri malu beradaptasi terhadap rangsang sentuhan.
d. Kaktus
Kaktus merupakan tanaman yang hidup di daerah panas. Batang kaktus tebal dan berlapis lilin. Batang kaktus yang tebal berfungsi sebagai tempat per-sediaan air. Seluruh permukaan batang kaktus tertutup oleh duri. Duri tersebut berguna sebagai pelindung diri.
e. Kantung semar
Kantung semar adalah tanaman pe-makan serangga atau disebut insektivora. Pada waktu tertentu, bunga kantung semar mengeluarkan bau menyengat. Bau ter-sebut berguna untuk menarik serangga. Tanaman kantung semar mempunyai cairan khusus yang ada di dalam kantung. Cairan tersebut untuk mencerna serangga yang terjebak. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kantung semar beradaptasi untuk memperoleh makanan.
f. Tumbuhan bakau
Tumbuhan ini hidup di pinggiran pantai. Tumbuhan bakau memiliki akar tunjang untuk menopang tubuh-nya agar tetap kokoh. Akar tunjang merupakan bentuk adaptasi tumbuh-an bakau terhadap lingkungan pantai.
SEKILAS INFO
Ubur-ubur adalah binatang laut yang bertubuh lunak dan kenyal. Tubuh ubur-ubur lunak dan kenyal karena hampir seluruhnya terbuat dari air. Ubur-ubur bergerak dengan cara memompa air keluar dari lipatan tubuhnya dengan cepat. Ubur-ubur mempunyai keunikan dalam menangkap mangsa. Ubur-ubur menyengat mangsa dengan tentakelnya yang beracun. Selanjutnya, mangsa dimasukkan ke dalam mulut yang berbentuk lonceng.
RANGKUMAN
1. Adaptasi dan ciri-ciri hewan:
a. Adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan.
b. Bunglon beradaptasi dengan cara mengubah warna kulit sesuai dengan tempat yang disinggahinya.
c. Burung mempunyai bentuk paruh yang berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya.
d. Ciri khusus pada kelelawar adalah pendengaran.
e. Bentuk adaptasi cicak, antara lain:
1) Kaki cicak dapat menempel di dinding dan langit-langit rumah.
2) Cicak mempunyai lidah yang panjang untuk menangkap mangsa
3) Cicak dapat memutuskan ekornya untuk mengelabui pemangsa.
f. Bentuk paruh dan kaki bebek merupakan bentuk adaptasi untuk memperoleh makanan.
2. Adaptasi dan ciri-ciri tumbuhan:
a. Daun pohon cemara yang runcing merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan yang panas.
b. Tumbuhan teratai mempunyai daun yang lebar dan tipis sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan air.
c. Tumbuhan putri malu beradaptasi dengan cara mengatupkan daunnya jika terkena sentuhan.
d. Kaktus beradaptasi dengan daunnya yang berbentuk duri.
e. Kantung semar memiliki cairan khusus untuk mencerna serangga.
f. Tumbuhan bakau berakar tunjang sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan pantai.
CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN HIDUPNYA
Tujuan Pembelajaran:
1) mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus hewan dengan lingkungannya;
2) mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus tumbuhan dengan lingkungannya.
Kamu tentu pernah melihat tanaman kaktus. Tanaman kaktus merupakan jenis tanaman yang hidup di daerah gurun. Daun dan batang kaktus merupakan bentuk penyesuaian diri dengan lingkungannya. Bagaimanakah hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya? Mari, temukan jawabannya dengan mempelajari bab ini.
BAB 1
Peta Konsep
Ciri Khusus Makhluk Hidup
dan
Lingkungan Hidupnya
Hewan Tumbuhan
Paruh Kaki Bentuk Lain Batang Daun Akar
Lingkungan Hidupnya
Kelestarian Hidup Kelestarian Hidup
Kata Kunci :
• adaptasi hewan • tumbuhan air
• adaptasi tumbuhan • tumbuhan kering
• bentuk paruh
bentuk kaki
A. Adaptasi dan Ciri-ciri Hewan
Ciri-ciri makhluk hidup, antara lain
1. Bergerak
2. Bernapas
3. Berkembang biak
4. Tumbuh dan berkembang
5. Memerlukan makanan
6. Memerlukan air
7. Memerlukan suhu tertentu
8. Peka terhadap rangsang
9. Mengeluarkan zat sisa
Ciri-ciri di atas membedakan makhluk hidup dengan benda mati. Selain ciri-ciri di atas, makhluk hidup juga dilengkapi dengan ciri khusus. Ciri khusus ini membedakan antara makhluk yang satu dengan yang lain. Ciri khusus merupakan penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya. Proses penyesuaian diri terhadap lingkungan disebut adaptasi. Adaptasi merupakan proses yang berjalan lambat.
1. Bentuk Adaptasi Hewan
Hewan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan hidup, melindungi diri dari musuh, dan mempertahankan jenisnya. Bentuk adaptasi hewan bermacam-macam. Misalnya dapat kita amati pada bunglon, kelelawar, cicak, dan bebek.
a. Bunglon
Bunglon mempunyai kemampuan untuk mengubah warna kulit sesuai dengan tempat yang disinggahinya. Ketika bunglon berada di tanah, kulitnya berwarna coklat menyerupai tanah. Ketika berada di atas pohon, kulit bunglon berubah menjadi hijau menyerupai daun. Perubahan tersebut bertujuan untuk melindungi dirinya dari serangan musuh. Kemampuan bunglon mengubah warna kulit
b. Burung
Adaptasi juga terjadi pada burung. Bentuk paruh burung ber-aneka ragam sesuai dengan jenis makanannya. Di bawah ini adalah jenis-jenis paruh pada burung.
Burung elang memiliki paruh tajam dan bengkok. Paruhnya yang kuat berfungsi untuk mencabik mangsanya.
Burung pipit memiliki paruh yang runcing, pendek, dan kuat. Paruhnya yang pendek dan kuat merupakan bentuk penyesuaian terhadap jenis makanannya. Burung pipit adalah pemakan biji-bijian.
Burung pelikan memiliki kantung besar di paruhnya. Kantung ini ber-guna untuk menciduk ikan dan air.
Paruh burung kolibri berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh burung kolibri berguna untuk menggapai nektar (madu) di dalam bunga.
Burung flaminggo memiliki bentuk paruh yang lebar dan berjumbai. Paruh burung flaminggo dapat menyaring udang dan binatang kecil dari air berlumpur.
Paruh burung kolibri berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh burung kolibri berguna untuk menggapai nektar (madu) di dalam bunga.
c. ular
Seperti yang kamu tahu, ular adalah hewan karnivora atau pemakan daging, dan tidak pernah mengunyah atau mencabik-cabik makanannya seperti kita. Mangsa yang didapat langsung ditelan secara utuh. Mengapa bisa seperti itu ya? Ya, karena susunan rahangnya melekat secara longgar dengan susunan tulang pada rangka kepala.
mungkinkan ular menelan mangsa yang lebih besar dari dirinya sendiri. Selain itu ular juga memiliki cairan pencerna yang mampu menghancurkan makanan.
Pada beberapa jenis ular, ada yang membelit mangsanya dengan kuat sehingga mangsanya kehabisan nafas, dan dengan mudah sang ular dapat memakannya.
d. katak
Bagi katak, melakukan kamuflase (penyamaran)agar seolah tubuhnya beracun adalah trik untuk menghindar dari predator atau pemangsa.Katak pun memiliki per-samaan dengan cicak, yaitu lidahnya yang panjang dan lengket, sehingga serangga yang mendekat dapat dengan cepat di-sambar dan tidak dapat berkutik lagi.
e. Kucing
Pernahkan kamu mendengar langkah kaki kucing? Mengapa kucing tidak bersuara dalam melangkah?Karena, kucing memiliki dua ciri khusus. Pertama adalah kakinya. Kaki kucing memiliki lapisan empuk dan tebal yang berguna untuk menyembunyikan kukunya. Pada saat berjalan kukunya ditarik masuk sehingga tidak bersuara, sehingga musuh tidak mendengar ketika didekatinya.
Perhatikan pula posisi kuku ketika sedang diam dan pada saat siap untuk menerkam! Pada waktu santai, kuku ditarik masuk ke dalam bantalan di kaki. Namun dalam keadaan siap menerkam, kukunya
ditegangkan dan dikeluarkan dari posisi istirahat. Ciri kedua adalah matanya. Pernahkan kamu
melihat mata kucing dalam gelap? Matanya bersinar? Ya, betul! Hal ini karena mata kucing sangat tajam sehingga bisa melihat dalam gelap.
Semua makhluk dirancang dengan ciri-ciri khusus yang membuatnya dapat bertahan hidup di lingkungannya. Semua itu adalah ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa.
Selain bentuk paruh yang beraneka ragam, bentuk kaki burung juga ber-variasi. Bentuk kaki burung merupakan bentuk adaptasi untuk mendapatkan makanan.
Kaki burung elang memiliki cakar menyerupai kait. Kakinya berfungsi untuk merobek dan memegang mangsa.
Kaki burung flaminggo bentuknya panjang dan kurus. Burung flaminggo beradaptasi dengan
lingkungan tempat hidupnya. Burung flaminggo hidup di sepanjang tepi danau dan sungai. Jenis makanan burung flaminggo adalah ikan, udang, dan binatang kecil. Bentuk kaki burung flaminggo tersebut berguna untuk melindungi diri agar tidak tenggelam.
f. Kelelawar
Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang.
Kelelawar termasuk binatang nokturnal. Binatang nokturnal adalah binatang yang mencari makan pada malam hari. Kelelawar mempunyai pendengaran dan penciuman yang tajam. Kelelawar menggunakan suara untuk menangkap serangga dalam ke-gelapan. Kelelawar mengeluarkan suara yang tinggi yang tidak bisa didengar manusia. Pantulan suara tersebut menunjukkan letak mangsa.
g. Cicak
Kamu pasti sering melihat cicak. Cicak banyak kita jumpai menempel di dinding dan langit-langit rumah. Cicak merupakan hewan reptil. Cicak mempunyai tiga ciri khusus, antara lain:
Cicak memiliki kaki berperekat
1) Cicak memiliki kaki yang dapat menempel di dinding dan langit-langit rumah.
2) Cicak adalah hewan pemakan serangga. Cicak menangkap serangga dengan menjulurkan lidahnya yang panjang. Cicak memiliki lidah yang panjang
3) Ciri khusus cicak lainnya yaitu memutuskan ekornya. Cicak me-mutuskan
ekornya untuk mengelabui pemangsa. Ekor cicak dapat tumbuh lagi seperti semula setelah diputuskan. Kemampuan cicak untuk memutuskan ekornya sendiri disebut autotomi. Tiga ciri khusus di atas merupakan bentuk adaptasi cicak. Bentuk tubuh cicak menyesuaikan dengan lingkungan dan jenis makanannya.
h. Bebek
Bebek merupakan salah satu jenis burung yang hidupnya sering di air. Bebek mempunyai bentuk paruh datar dan tumpul. Paruh tersebut digunakan untuk menyaring makanan dari air. Makanan bebek adalah serangga, cacing, dan sayuran. Selain bentuk paruh, bebek mempunyai ciri khusus pada kakinya. Bebek mempunyai bentuk kaki pendek dengan tiga jari yang berselaput menjadi satu. Selaput pada jari bebek berguna untuk berenang.
B. Adaptasi dan Ciri-ciri Tumbuhan
1. Bentuk Adaptasi Tumbuhan
Sama seperti hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan lingkungannya. Misalnya: pohon cemara,teratai,putri malu, dan lain-lain.
a. Pohon cemara
Pohon cemara mempunyai bentuk daun yang runcing. Daunnya yang runcing berguna untuk mengurangi penguapan. Bentuk daun tersebut merupakan adap-tasi pohon cemara terhadap lingkungan yang panas.
b. Tumbuhan teratai
Teratai merupakan tumbuh-an yang hidup di permukaan air. Tumbuhan teratai mempunyai daun yang berbentuk lebar dan tipis. Daunnya ada yang lebar dan ada juga tipis, berfungsi untuk memperbanyak penguap-an. Bentuk daun tersebut me-rupakan bentuk adaptasi teratai terhadap tempat hidupnya
c. Tumbuhan putri malu
Apakah kamu pernah melihat tumbuhan putri malu? Tumbuhan putri malu banyak dijumpai tumbuh di tepi jalan. Tumbuhan putri malu mempunyai ciri khusus pada daunnya. Daun tumbuhan putri malu akan mengatup apa-bila tersentuh sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa putri malu beradaptasi terhadap rangsang sentuhan.
d. Kaktus
Kaktus merupakan tanaman yang hidup di daerah panas. Batang kaktus tebal dan berlapis lilin. Batang kaktus yang tebal berfungsi sebagai tempat per-sediaan air. Seluruh permukaan batang kaktus tertutup oleh duri. Duri tersebut berguna sebagai pelindung diri.
e. Kantung semar
Kantung semar adalah tanaman pe-makan serangga atau disebut insektivora. Pada waktu tertentu, bunga kantung semar mengeluarkan bau menyengat. Bau ter-sebut berguna untuk menarik serangga. Tanaman kantung semar mempunyai cairan khusus yang ada di dalam kantung. Cairan tersebut untuk mencerna serangga yang terjebak. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kantung semar beradaptasi untuk memperoleh makanan.
f. Tumbuhan bakau
Tumbuhan ini hidup di pinggiran pantai. Tumbuhan bakau memiliki akar tunjang untuk menopang tubuh-nya agar tetap kokoh. Akar tunjang merupakan bentuk adaptasi tumbuh-an bakau terhadap lingkungan pantai.
SEKILAS INFO
Ubur-ubur adalah binatang laut yang bertubuh lunak dan kenyal. Tubuh ubur-ubur lunak dan kenyal karena hampir seluruhnya terbuat dari air. Ubur-ubur bergerak dengan cara memompa air keluar dari lipatan tubuhnya dengan cepat. Ubur-ubur mempunyai keunikan dalam menangkap mangsa. Ubur-ubur menyengat mangsa dengan tentakelnya yang beracun. Selanjutnya, mangsa dimasukkan ke dalam mulut yang berbentuk lonceng.
RANGKUMAN
1. Adaptasi dan ciri-ciri hewan:
a. Adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan.
b. Bunglon beradaptasi dengan cara mengubah warna kulit sesuai dengan tempat yang disinggahinya.
c. Burung mempunyai bentuk paruh yang berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya.
d. Ciri khusus pada kelelawar adalah pendengaran.
e. Bentuk adaptasi cicak, antara lain:
1) Kaki cicak dapat menempel di dinding dan langit-langit rumah.
2) Cicak mempunyai lidah yang panjang untuk menangkap mangsa
3) Cicak dapat memutuskan ekornya untuk mengelabui pemangsa.
f. Bentuk paruh dan kaki bebek merupakan bentuk adaptasi untuk memperoleh makanan.
2. Adaptasi dan ciri-ciri tumbuhan:
a. Daun pohon cemara yang runcing merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan yang panas.
b. Tumbuhan teratai mempunyai daun yang lebar dan tipis sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan air.
c. Tumbuhan putri malu beradaptasi dengan cara mengatupkan daunnya jika terkena sentuhan.
d. Kaktus beradaptasi dengan daunnya yang berbentuk duri.
e. Kantung semar memiliki cairan khusus untuk mencerna serangga.
f. Tumbuhan bakau berakar tunjang sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan pantai.
MATERI PELAJARAN B.INDONESIA KELAS 6 BAB 9
BAB 9
MORAL
A. Memahami Drama Pendek
Pada awal pelajaran ini, kamu akan mendengarakan pembacaan naskah drama. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca naskah drama dengan benar. Kamu juga diharapkan dapat mencatat jalannya cerita drama yang diperdengarkan. Selanjutnya, kamu akan menceritakan kembali isi drama.
1. Mendengarkan drama pendek
Dengarkan kutipan drama yang akan diperdengarkan oleh temanmu. Sambil mendengarkan, catatlah peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya. Dari catatan itu, kamu akan menemukan alur cerita drama itu.
Drama ini diolah dari novel yang berjudul “Pertemuan Dua Hati” karya Nh. Dini.
Bu Suci
Para pelaku : Bu Suci,
Raharjo (ketua kelas) Perempuan 1
Perempuan 2 Kepala sekolah
Prolog Babak I
(Pada suatu pagi, di sebuah kelas, murid-murid duduk menanti kedatangan seorang guru baru. Kepala sekolah dan Bu Suci masuk secara berdampingan)
Kepala sekolah : Ini ibu Suci. Berusahalah tenang, jangan nakal. Tunjukkan pada Bu Suci bahwa kalian adalah murid-murid yang patuh. (menatap Ibu Suci dan mempersilakan beliau untuk memper- kenalkan diri)
Bu Suci : (menebarkan pandangan sekilas ke arah murid-murid) Selamat pagi anak-anak.
Murid-murid : (menyahut dengan serempak) Selamat pagi, Bu.
Bu Suci : Seperti yang dikatakan bapak kepala sekolah, ibu akan menggantikan guru kalian yang sebelumnya mengajar. Panggil saja Ibu, Ibu Suci.
(kepala sekolah berpamitan keluar ruang. Bu Suci mengantarkan sampai ke daun pintu)
Bu Suci : (kembali ke ruang kelas. Berdiri di muka meja sambil menatap murid-murid) Sebelumnya Ibu pernah mengajar di sebuah kota kecil selama sepuluh tahun. (suasana kelas tenang)
Bu Suci : Pasti di antara kalian sudah mengetahuinya.
Murid perempuan 1 : (mengangkat tangan sambil bertanya dengan segera) Di mana itu, Bu Suci?
Bu Suci : Di Purwodadi. Kalian pasti sudah tahu, bukan?
Murid perempuan 2 : Nenek saya tinggal di sana, Bu. (suasana kelas yang semula tegang menjadi tercairkan dengan percakapan yang terjalin akrab antara Ibu Suci dengan murid-mu- rid)
Bu Suci : (duduk sambil membuka map absen) “Wah, kamu sungguh beruntung. Nah, saya ingin tahu siapa ketua kelas di sini?”
Raharjo : Saya, Bu. (mengacungkan tangan sambil menjawab dengan lantang)
Bu Suci : Siapa namamu?
Raharjo : Raharjo, Bu.
Bu Suci : Baiklah, dengan begini saya tahu siapa pemimpin dan penanggung jawab kelas ini. Selanjutnya, saya akan memanggil kamu satu persatu. (memanggil satu-persatu murid dalam daftar absen)
Diolah oleh Sri Santoso
2. Menceritakan isi drama pendek
Pada kegiatan ini, kamu berlatih menceritakan drama pendek yang sudah kamu dengarkan. Agar kamu dapat menceritakan kembali isi drama tersebut, kamu harus memahami alur, tokoh, dialog, babak, dan petunjuk pengarang.
Perhatikan hal-hal berikut ini.
a. Pahamilah isi cerita dalam drama tersebut.
b. Berceritalah dengan alur yang runtut. Ingatlah bagian awal, tengah, dan akhir cerita.
c. Pilihlah kata-kata yang menarik untuk mengawali ceritamu.
Misalnya:
1) Membuka cerita dengan kalimat tanya, seperti: “Pernahkah teman- teman melihat drama/mendengarkan drama yang bersetting di sekolah? Bila sudah, apa judul dongeng itu? Kisah yang akan saya ceritakan ini juga bersetting di sekolah. Begini ceritanya….”
2) Bercerita dengan melibatkan emosi pendengar. Contoh : “Teman-teman bagaimana perasaan teman-teman bila memiliki guru baru? Saya akan menceritakan “Bu Suci” yaitu guru baru di suatu sekolah”
3) Bercerita dengan gaya humor. Dalam cerita gaya humor ini, kamu bisa menunjukkan gaya humormu pada kostum yang kamu pakai atau dengan gaya kata-kata lucu yang dapat membuat pendengar tertawa.
Asyik bukan? Nah, berlatihlah menceritakan isi drama pendek tersebut dengan memilih salah satu cara di atas.
B. Membacakan Puisi Karya Sendiri
Pada bagian ini, kamu akan membacakan puisi karyamu sendiri. Setelah mengikuti pelajaran ini, diharapkan kamu dapat membuat puisi berdasarkan gambar. Kamu juga diharapkan dapat membacakan puisimu dengan ekspresi yang tepat.
1. Menulis puisi berdasar gambar
Pernahkah kamu menulis puisi? Menulis puisi itu mudah, bukan? Nah, kamu ingat kembali dan kamu praktikkan lagi asyiknya menulis puisi. Dari mana memulai penulisan puisi? Tentu saja dari bahan. Banyak kejadian yang bisa kamu tulis menjadi puisi. Banyak hal yang dapat kamu gubah menjadi puisi.
Contoh:
Di kebun bunga kamu melihat kupu-kupu berterbangan. Kamu sangat tertarik dengan kupu-kupu tersebut.
Kemudian, kamu menulis puisi sebagai berikut.
2. Membaca puisi ciptaan sendiri
Bacalah puisi ciptaanmu tersebut di depan kelas. Kamu sudah mengerti cara membaca puisi, bukan? Bagaimana cara membaca puisi telah dibahas pada bab sebelumnya. Sebelum kamu membaca, gurumu akan menayangkan pembacaan puisi melalui VCD. Perhatikan!
C. Membaca Teks Drama.
Pada pertemuan ini, kamu akan membaca teks drama anak. Selanjutnya, diharapkan kamu dapat mengidentifikasi unsur instrinsik dalam drama. Kamu juga harus menjawab pertanyaan tentang isi drama. Akhirnya, kamu dan temanmu dapat memperagakan drama .
1. Mengidentifikasi unsur instrinsik
Bacalah dalam hati teks drama di bawah ini. Fokuskan perhatianmu pada alur cerita, tokoh, dan sifatnya, serta amanatnya.
Gara-gara Pisau
Abujahil meminjam kuali milik Abulara, tetapi sudah hampir satu bulan belum dikembalikan. Pada suatu hari Abulara datang ke rumah Abujahil untuk meminta kualinya kembali.
Abulara : (mengetuk pintu) Permisi…!
Abujahil : Siapa itu?
Abulara : Ini aku Abulara.
Abujahil : Masuklah! Ada apa Abulara pagi-pagi begini datang ke rumahku?
Abulara : Maaf, saya akan mengambil kuali yang telah kamu pinjam.
Saya akan menggunakannya.
Abujahil : Ya, ambilah di belakang!
Abulara : (mengambil kuali di dapur Abujahil) Ini saya ambil kualinya.
Permisi ya Abu!
Abujahil : Ya, silakan.
Abulara : (bergumam) Dasar tak tahu rasa terima kasih.
Sesampai di rumah Abulara terkejut karena di dalam kuali itu ada pisaunya.
Abulara : Ini tentu pisau milik Abujahil. Ya, besok pagi akan kukembalikan. (berkata-kata sendiri)
Keesokan harinya Abulara datang ke rumah Abujahil untuk mengembalikan pisau yang ada di kuali.
Abulara : Permisi, ini aku Abulara.
Abujahil : Ya, masuklah, ada apa Lara?
Abulara : Maaf, aku mengembalikan pisaumu. Kemarin pisau ini tertinggal di kualiku.
Abujahil : (marah) Nah, ini penyebabnya. Gara-gara pisauku ada di kualimu aku jadi rugi besar. Aku tidak bisa membunuh musang itu. Musang itu telah memakan 2 ekor ayamku. Sekarang kamu harus bertanggung jawab. Karena kamu, dua ekor ayamku mati. Kamu harus memberikan ganti rugi”
Abulara : (kebingungan, heran, dan takut karena dibentak Abujahil. Abulara menuruti permintaan Abu jahil. Dia membayar ganti rugi seperti yang diminta Abujahil.
Kemudian, Abulara mengadukan peristiwa itu kepada Abu Nawas. Mendengar cerita itu Abu Nawas mengatur siasat.
Abu Nawas : Begitu perlakuan Abujahil kepadamu? Kau harus balas perlakuannya. Dia harus diberi pelajaran agar tak sewenang- wenang kepada orang lemah sepertimu.
Kemudian Abu Nawas membisikkan sesuatu ke telinga Abulara, Abulara hanya mengangguk-angguk saja.
Beberapa hari kemudian, penduduk Bagdad dikejutkan dengan berita besar. Abulara tiba-tiba gila. Kemudian Abu Nawas membawanya ke istana, menghadap baginda Harun Al Rasyid.
Baginda terhenyak
Baginda : Mengapa Abulara tiba-tiba gila? Barangkali kau tahu penyebabnya?
Abu Nawas : Ampun, Baginda. Ini gara-gara ulah Abujahil. Lebih baik Baginda panggil Abujahil agar saya dapat membuktikan bahwa dia penyebabnya.
Baginda lalu mengutus pengawal kerajaan untuk memanggil Abujahil. Tak lama kemudian Abujahil tiba di istana.
Abujahil : Ampun, Baginda. Ada apa saya dipanggil?
Baginda : Abujahil, apa benar kau yang telah menyebabkan Abulara jadi gila?
Abujahil : Apa dasarnya, hamba dituduh seperti itu? (heran)
Abu Nawas : Ya, …gara-gara kualinya kau pinjam berhari-hari dia tidak bisa memasak nasi. Dia hanya makan daun-daunan seadanya. Dia stres, dia jadi gila.
Abujahil : (tertawa terbahak-bahak) Apa hubungannya kuali dengan sakit gila? Kalau tidak ada kuali, Abulara, kan bisa menanak nasi dengan gantang atau yang lain. Lagipula mana ada orang tidak makan nasi jadi gila. Apa tidak ada cerita yang lebih lucu lagi!
Abu Nawas : Ada. (potong Abu Nawas segera) Hanya gara-gara pisau ketinggalan di kuali tetangga, ada orang yang tidak bisa membunuh musang. Akibatnya tetangga tersebut disuruh untuk membayar ganti rugi karena dua ekor ayamnya dimakan musang. Apa tidak ada alat lain untuk membunuh musang?
Mendengar cerita Abu Nawas, baginda Harun Al Rasyid menjadi penasaran.
Baginda : Siapa yang telah berbuat seperti itu, Abu Nawas?”
Abu Nawas : Tanyakan saja kepada Abujahil, Baginda. (dengan sopan) Baginda : (berpaling kepada Abujahil) Apa jahil berbuat seperti itu? Abujahil : (menunduk diam, ketakutan)
Abulara kemudian tampil menjelaskan semuanya kepada Baginda Harun Al Rasyid. Mendengar penjelasan Abulara, baginda tersenyum.
Baginda : Jadi, ternyata kau tidak gila, Lara? Mana ada orang gila bercerita runtut seperti itu. Pasti Abu Nawas yang mengajarimu.
Abulara : Benar, Baginda, tanpa akal Abu Nawas, Baginda pasti tidak tahu kalau ada hambanya yang sewenang-wenang seperti Abujahil.
Baginda : Oh…kalau Abujahil itu urusanku. Sekarang, kalian pulanglah.
Biar Abujahil merasakan hukumannya.
Abulara dan Abu Nawas : Terima kasih Baginda. Kami mohon diri. (berbicara hampir bersamaan dan menyampaikan hormat) Rasain kau Abujahil! orang seperti kamu pantas menerima hakuman. (sambil berlalu).
Diolah dari cerita anak Abunawas
Mentari edisi 356
2. Membaca teks drama
Bentuklah kelompok dengan anggota 5 orang. Bacalah teks drama tersebut dengan penghayatan yang sesuai dengan watak tokoh yang kamu perankan. Tentukan siapa yang menjadi narator (pembaca cerita), Abulara, Abujahil, Abu Nawas dan Baginda.
Nada suara, intonasi, lafal, dan ekspresi dalam membaca teks drama sangat menentukan sukses tidaknya pembacaan drama.
Lakukan pembacaan itu secara bergantian dengan kelompok lain. Kelompok yang dapat membacakan dengan baik akan memperoleh penghargaan dari gurumu. Nilai yang amat bagus, itu sudah tentu diperoleh.
D. Menulis Pengumuman
Pada pelajaran ini, kamu akan belajar menulis pengumuman. Setelah mengikuti pelajaran ini, kamu diharapkan dapat memahami pengumuman. Kamu juga akan tahu bagaimana cara menulis pengumuman. Selanjutnya, kamu harus dapat menulis surat resmi berupa pengumuman. Kamu juga akan dapat memperbaiki hasil karya orang lain.
1. Tata cara menyusun pengumuman
Kamu tentu sudah pernah membaca pengumuman, bukan? Misalnya, membaca pengumuman di sekolah tentang pelaksanaan upacara bendera HUT
RI, pelaksanaan kebersihan masal di sekolah, pengumuman lomba dan sebagainya. Di rumah, kamu membaca pengumuman yang ditujukan kepada ayahmu tentang pelaksanaan kerja bakti dan sebagainya.
Naskah pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan tentang suatu hal penting atau kegiatan penting yang perlu diketahui oleh seluruh warga (anggota suatu kelompok atau organisasi/lembaga)
Pengumuman berbeda dengan pemberitahuan biasa karena pengumuman bersifat resmi. Seperti penulisan surat-surat resmi lainnya, naskah pengumuman harus dibuat dengan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.
Bagaimana cara menyusun pengumuman? Menyusun pengumuman juga harus mengikuti langkah-langkah tertentu seperti menulis surat izin atau mengarang.
Jika kamu ingin menyusun pengumuman, kerjakan langkah berikut.
1. Menyusun ide-ide pokok pengumuman
Ide pokok pengumuman itu meliputi:
a. macam atau jenis pengumuman (hal atau kegiatan penting apa yang akan diumumkan);
b. sasaran atau penerima pengumuman;
c. latar belakang (dalam rangka apa pengumuman itu dibuat);
d. pelaksanaan kegiatan (kapan dan di mana tempat kegiatan itu);
e. penutup (berisi harapan atau keinginan pembuat pengumuman);
f. tempat dan tanggal pembuatan pengumuman;
g. tanda tangan dan nama terang dengan jabatan orang yang membuat pengumuman.
2. Menyusun ide pokok pengumuman menjadi kerangka pengumuman, misalnya:
a. jenis pengumuman: pengumuman libur hari besar agama;
b. sasaran: seluruh siswa SD Bina Prestasi;
c. latar belakang: melaksanakan perintah dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamakmur dan berdasarkan kalender pendidikan;
d. pelaksanaan: Kamis, 7 Februari 2008;
e. penutup: para siswa diharapkan belajar sendiri di rumah;
f. Tempat dan tanggal pembuatan pengumuman: Sukamakmur, 4 Februari 2008;
g. Pembuat pengumuman.
3. Menyusun kerangka pengumuman menjadi naskah pengumuman dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
SD Bina Prestasi
Jalan Merpati No.3 Kabupaten Sukamakmur Telepon (0271)
6594757
PENGUMUMAN
Diumumkan kepada seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SD Bina Prestasi bahwa sesuaidengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamakmur dan berdasarkan kalender pendidikan tahun pelajaran 2007/2008 para siswa libur atau tidak masuk sekolah pada hari Imlek, yaitu:
Hari/tanggal: 7 Februari 2008
Oleh karena itu para siswa agar belajar sendiri di rumah. Atas perhatian para siswa, diucapkan terima kasih.
Sukamakmur, 4 Februari 2008 Kepala SD Bina Prestasi
Santiatmaja
MORAL
A. Memahami Drama Pendek
Pada awal pelajaran ini, kamu akan mendengarakan pembacaan naskah drama. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca naskah drama dengan benar. Kamu juga diharapkan dapat mencatat jalannya cerita drama yang diperdengarkan. Selanjutnya, kamu akan menceritakan kembali isi drama.
1. Mendengarkan drama pendek
Dengarkan kutipan drama yang akan diperdengarkan oleh temanmu. Sambil mendengarkan, catatlah peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya. Dari catatan itu, kamu akan menemukan alur cerita drama itu.
Drama ini diolah dari novel yang berjudul “Pertemuan Dua Hati” karya Nh. Dini.
Bu Suci
Para pelaku : Bu Suci,
Raharjo (ketua kelas) Perempuan 1
Perempuan 2 Kepala sekolah
Prolog Babak I
(Pada suatu pagi, di sebuah kelas, murid-murid duduk menanti kedatangan seorang guru baru. Kepala sekolah dan Bu Suci masuk secara berdampingan)
Kepala sekolah : Ini ibu Suci. Berusahalah tenang, jangan nakal. Tunjukkan pada Bu Suci bahwa kalian adalah murid-murid yang patuh. (menatap Ibu Suci dan mempersilakan beliau untuk memper- kenalkan diri)
Bu Suci : (menebarkan pandangan sekilas ke arah murid-murid) Selamat pagi anak-anak.
Murid-murid : (menyahut dengan serempak) Selamat pagi, Bu.
Bu Suci : Seperti yang dikatakan bapak kepala sekolah, ibu akan menggantikan guru kalian yang sebelumnya mengajar. Panggil saja Ibu, Ibu Suci.
(kepala sekolah berpamitan keluar ruang. Bu Suci mengantarkan sampai ke daun pintu)
Bu Suci : (kembali ke ruang kelas. Berdiri di muka meja sambil menatap murid-murid) Sebelumnya Ibu pernah mengajar di sebuah kota kecil selama sepuluh tahun. (suasana kelas tenang)
Bu Suci : Pasti di antara kalian sudah mengetahuinya.
Murid perempuan 1 : (mengangkat tangan sambil bertanya dengan segera) Di mana itu, Bu Suci?
Bu Suci : Di Purwodadi. Kalian pasti sudah tahu, bukan?
Murid perempuan 2 : Nenek saya tinggal di sana, Bu. (suasana kelas yang semula tegang menjadi tercairkan dengan percakapan yang terjalin akrab antara Ibu Suci dengan murid-mu- rid)
Bu Suci : (duduk sambil membuka map absen) “Wah, kamu sungguh beruntung. Nah, saya ingin tahu siapa ketua kelas di sini?”
Raharjo : Saya, Bu. (mengacungkan tangan sambil menjawab dengan lantang)
Bu Suci : Siapa namamu?
Raharjo : Raharjo, Bu.
Bu Suci : Baiklah, dengan begini saya tahu siapa pemimpin dan penanggung jawab kelas ini. Selanjutnya, saya akan memanggil kamu satu persatu. (memanggil satu-persatu murid dalam daftar absen)
Diolah oleh Sri Santoso
2. Menceritakan isi drama pendek
Pada kegiatan ini, kamu berlatih menceritakan drama pendek yang sudah kamu dengarkan. Agar kamu dapat menceritakan kembali isi drama tersebut, kamu harus memahami alur, tokoh, dialog, babak, dan petunjuk pengarang.
Perhatikan hal-hal berikut ini.
a. Pahamilah isi cerita dalam drama tersebut.
b. Berceritalah dengan alur yang runtut. Ingatlah bagian awal, tengah, dan akhir cerita.
c. Pilihlah kata-kata yang menarik untuk mengawali ceritamu.
Misalnya:
1) Membuka cerita dengan kalimat tanya, seperti: “Pernahkah teman- teman melihat drama/mendengarkan drama yang bersetting di sekolah? Bila sudah, apa judul dongeng itu? Kisah yang akan saya ceritakan ini juga bersetting di sekolah. Begini ceritanya….”
2) Bercerita dengan melibatkan emosi pendengar. Contoh : “Teman-teman bagaimana perasaan teman-teman bila memiliki guru baru? Saya akan menceritakan “Bu Suci” yaitu guru baru di suatu sekolah”
3) Bercerita dengan gaya humor. Dalam cerita gaya humor ini, kamu bisa menunjukkan gaya humormu pada kostum yang kamu pakai atau dengan gaya kata-kata lucu yang dapat membuat pendengar tertawa.
Asyik bukan? Nah, berlatihlah menceritakan isi drama pendek tersebut dengan memilih salah satu cara di atas.
B. Membacakan Puisi Karya Sendiri
Pada bagian ini, kamu akan membacakan puisi karyamu sendiri. Setelah mengikuti pelajaran ini, diharapkan kamu dapat membuat puisi berdasarkan gambar. Kamu juga diharapkan dapat membacakan puisimu dengan ekspresi yang tepat.
1. Menulis puisi berdasar gambar
Pernahkah kamu menulis puisi? Menulis puisi itu mudah, bukan? Nah, kamu ingat kembali dan kamu praktikkan lagi asyiknya menulis puisi. Dari mana memulai penulisan puisi? Tentu saja dari bahan. Banyak kejadian yang bisa kamu tulis menjadi puisi. Banyak hal yang dapat kamu gubah menjadi puisi.
Contoh:
Di kebun bunga kamu melihat kupu-kupu berterbangan. Kamu sangat tertarik dengan kupu-kupu tersebut.
Kemudian, kamu menulis puisi sebagai berikut.
2. Membaca puisi ciptaan sendiri
Bacalah puisi ciptaanmu tersebut di depan kelas. Kamu sudah mengerti cara membaca puisi, bukan? Bagaimana cara membaca puisi telah dibahas pada bab sebelumnya. Sebelum kamu membaca, gurumu akan menayangkan pembacaan puisi melalui VCD. Perhatikan!
C. Membaca Teks Drama.
Pada pertemuan ini, kamu akan membaca teks drama anak. Selanjutnya, diharapkan kamu dapat mengidentifikasi unsur instrinsik dalam drama. Kamu juga harus menjawab pertanyaan tentang isi drama. Akhirnya, kamu dan temanmu dapat memperagakan drama .
1. Mengidentifikasi unsur instrinsik
Bacalah dalam hati teks drama di bawah ini. Fokuskan perhatianmu pada alur cerita, tokoh, dan sifatnya, serta amanatnya.
Gara-gara Pisau
Abujahil meminjam kuali milik Abulara, tetapi sudah hampir satu bulan belum dikembalikan. Pada suatu hari Abulara datang ke rumah Abujahil untuk meminta kualinya kembali.
Abulara : (mengetuk pintu) Permisi…!
Abujahil : Siapa itu?
Abulara : Ini aku Abulara.
Abujahil : Masuklah! Ada apa Abulara pagi-pagi begini datang ke rumahku?
Abulara : Maaf, saya akan mengambil kuali yang telah kamu pinjam.
Saya akan menggunakannya.
Abujahil : Ya, ambilah di belakang!
Abulara : (mengambil kuali di dapur Abujahil) Ini saya ambil kualinya.
Permisi ya Abu!
Abujahil : Ya, silakan.
Abulara : (bergumam) Dasar tak tahu rasa terima kasih.
Sesampai di rumah Abulara terkejut karena di dalam kuali itu ada pisaunya.
Abulara : Ini tentu pisau milik Abujahil. Ya, besok pagi akan kukembalikan. (berkata-kata sendiri)
Keesokan harinya Abulara datang ke rumah Abujahil untuk mengembalikan pisau yang ada di kuali.
Abulara : Permisi, ini aku Abulara.
Abujahil : Ya, masuklah, ada apa Lara?
Abulara : Maaf, aku mengembalikan pisaumu. Kemarin pisau ini tertinggal di kualiku.
Abujahil : (marah) Nah, ini penyebabnya. Gara-gara pisauku ada di kualimu aku jadi rugi besar. Aku tidak bisa membunuh musang itu. Musang itu telah memakan 2 ekor ayamku. Sekarang kamu harus bertanggung jawab. Karena kamu, dua ekor ayamku mati. Kamu harus memberikan ganti rugi”
Abulara : (kebingungan, heran, dan takut karena dibentak Abujahil. Abulara menuruti permintaan Abu jahil. Dia membayar ganti rugi seperti yang diminta Abujahil.
Kemudian, Abulara mengadukan peristiwa itu kepada Abu Nawas. Mendengar cerita itu Abu Nawas mengatur siasat.
Abu Nawas : Begitu perlakuan Abujahil kepadamu? Kau harus balas perlakuannya. Dia harus diberi pelajaran agar tak sewenang- wenang kepada orang lemah sepertimu.
Kemudian Abu Nawas membisikkan sesuatu ke telinga Abulara, Abulara hanya mengangguk-angguk saja.
Beberapa hari kemudian, penduduk Bagdad dikejutkan dengan berita besar. Abulara tiba-tiba gila. Kemudian Abu Nawas membawanya ke istana, menghadap baginda Harun Al Rasyid.
Baginda terhenyak
Baginda : Mengapa Abulara tiba-tiba gila? Barangkali kau tahu penyebabnya?
Abu Nawas : Ampun, Baginda. Ini gara-gara ulah Abujahil. Lebih baik Baginda panggil Abujahil agar saya dapat membuktikan bahwa dia penyebabnya.
Baginda lalu mengutus pengawal kerajaan untuk memanggil Abujahil. Tak lama kemudian Abujahil tiba di istana.
Abujahil : Ampun, Baginda. Ada apa saya dipanggil?
Baginda : Abujahil, apa benar kau yang telah menyebabkan Abulara jadi gila?
Abujahil : Apa dasarnya, hamba dituduh seperti itu? (heran)
Abu Nawas : Ya, …gara-gara kualinya kau pinjam berhari-hari dia tidak bisa memasak nasi. Dia hanya makan daun-daunan seadanya. Dia stres, dia jadi gila.
Abujahil : (tertawa terbahak-bahak) Apa hubungannya kuali dengan sakit gila? Kalau tidak ada kuali, Abulara, kan bisa menanak nasi dengan gantang atau yang lain. Lagipula mana ada orang tidak makan nasi jadi gila. Apa tidak ada cerita yang lebih lucu lagi!
Abu Nawas : Ada. (potong Abu Nawas segera) Hanya gara-gara pisau ketinggalan di kuali tetangga, ada orang yang tidak bisa membunuh musang. Akibatnya tetangga tersebut disuruh untuk membayar ganti rugi karena dua ekor ayamnya dimakan musang. Apa tidak ada alat lain untuk membunuh musang?
Mendengar cerita Abu Nawas, baginda Harun Al Rasyid menjadi penasaran.
Baginda : Siapa yang telah berbuat seperti itu, Abu Nawas?”
Abu Nawas : Tanyakan saja kepada Abujahil, Baginda. (dengan sopan) Baginda : (berpaling kepada Abujahil) Apa jahil berbuat seperti itu? Abujahil : (menunduk diam, ketakutan)
Abulara kemudian tampil menjelaskan semuanya kepada Baginda Harun Al Rasyid. Mendengar penjelasan Abulara, baginda tersenyum.
Baginda : Jadi, ternyata kau tidak gila, Lara? Mana ada orang gila bercerita runtut seperti itu. Pasti Abu Nawas yang mengajarimu.
Abulara : Benar, Baginda, tanpa akal Abu Nawas, Baginda pasti tidak tahu kalau ada hambanya yang sewenang-wenang seperti Abujahil.
Baginda : Oh…kalau Abujahil itu urusanku. Sekarang, kalian pulanglah.
Biar Abujahil merasakan hukumannya.
Abulara dan Abu Nawas : Terima kasih Baginda. Kami mohon diri. (berbicara hampir bersamaan dan menyampaikan hormat) Rasain kau Abujahil! orang seperti kamu pantas menerima hakuman. (sambil berlalu).
Diolah dari cerita anak Abunawas
Mentari edisi 356
2. Membaca teks drama
Bentuklah kelompok dengan anggota 5 orang. Bacalah teks drama tersebut dengan penghayatan yang sesuai dengan watak tokoh yang kamu perankan. Tentukan siapa yang menjadi narator (pembaca cerita), Abulara, Abujahil, Abu Nawas dan Baginda.
Nada suara, intonasi, lafal, dan ekspresi dalam membaca teks drama sangat menentukan sukses tidaknya pembacaan drama.
Lakukan pembacaan itu secara bergantian dengan kelompok lain. Kelompok yang dapat membacakan dengan baik akan memperoleh penghargaan dari gurumu. Nilai yang amat bagus, itu sudah tentu diperoleh.
D. Menulis Pengumuman
Pada pelajaran ini, kamu akan belajar menulis pengumuman. Setelah mengikuti pelajaran ini, kamu diharapkan dapat memahami pengumuman. Kamu juga akan tahu bagaimana cara menulis pengumuman. Selanjutnya, kamu harus dapat menulis surat resmi berupa pengumuman. Kamu juga akan dapat memperbaiki hasil karya orang lain.
1. Tata cara menyusun pengumuman
Kamu tentu sudah pernah membaca pengumuman, bukan? Misalnya, membaca pengumuman di sekolah tentang pelaksanaan upacara bendera HUT
RI, pelaksanaan kebersihan masal di sekolah, pengumuman lomba dan sebagainya. Di rumah, kamu membaca pengumuman yang ditujukan kepada ayahmu tentang pelaksanaan kerja bakti dan sebagainya.
Naskah pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan tentang suatu hal penting atau kegiatan penting yang perlu diketahui oleh seluruh warga (anggota suatu kelompok atau organisasi/lembaga)
Pengumuman berbeda dengan pemberitahuan biasa karena pengumuman bersifat resmi. Seperti penulisan surat-surat resmi lainnya, naskah pengumuman harus dibuat dengan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.
Bagaimana cara menyusun pengumuman? Menyusun pengumuman juga harus mengikuti langkah-langkah tertentu seperti menulis surat izin atau mengarang.
Jika kamu ingin menyusun pengumuman, kerjakan langkah berikut.
1. Menyusun ide-ide pokok pengumuman
Ide pokok pengumuman itu meliputi:
a. macam atau jenis pengumuman (hal atau kegiatan penting apa yang akan diumumkan);
b. sasaran atau penerima pengumuman;
c. latar belakang (dalam rangka apa pengumuman itu dibuat);
d. pelaksanaan kegiatan (kapan dan di mana tempat kegiatan itu);
e. penutup (berisi harapan atau keinginan pembuat pengumuman);
f. tempat dan tanggal pembuatan pengumuman;
g. tanda tangan dan nama terang dengan jabatan orang yang membuat pengumuman.
2. Menyusun ide pokok pengumuman menjadi kerangka pengumuman, misalnya:
a. jenis pengumuman: pengumuman libur hari besar agama;
b. sasaran: seluruh siswa SD Bina Prestasi;
c. latar belakang: melaksanakan perintah dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamakmur dan berdasarkan kalender pendidikan;
d. pelaksanaan: Kamis, 7 Februari 2008;
e. penutup: para siswa diharapkan belajar sendiri di rumah;
f. Tempat dan tanggal pembuatan pengumuman: Sukamakmur, 4 Februari 2008;
g. Pembuat pengumuman.
3. Menyusun kerangka pengumuman menjadi naskah pengumuman dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
SD Bina Prestasi
Jalan Merpati No.3 Kabupaten Sukamakmur Telepon (0271)
6594757
PENGUMUMAN
Diumumkan kepada seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SD Bina Prestasi bahwa sesuaidengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamakmur dan berdasarkan kalender pendidikan tahun pelajaran 2007/2008 para siswa libur atau tidak masuk sekolah pada hari Imlek, yaitu:
Hari/tanggal: 7 Februari 2008
Oleh karena itu para siswa agar belajar sendiri di rumah. Atas perhatian para siswa, diucapkan terima kasih.
Sukamakmur, 4 Februari 2008 Kepala SD Bina Prestasi
Santiatmaja
MATERI PELAJARAN B.INDONESIA KELAS 6 BAB 8
BAB 8
PENDIDIKAN
A. Mendengarkan Berita dan Menyimpulkan Isinya.
Pada awal pelajaran ini, kamu akan belajar mendengarkan berita. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat mencatat pokok-pokok berita yang didengar. Setelah itu, kamu juga diharapkan dapat menyimpulkan isi berita yang didengar.
Pada kegiatan sebelumnya, kamu sudah sering melakukan kegiatan mendengarkan berita. Masih ingatkah kamu bagaimana cara mendengarkan yang tepat agar kamu dapat menangkap isi berita? Tentu saja kamu akan melakukan hal-hal berikut ini:
1. mendengarkan dengan penuh konsentrasi;
2. mencatat pokok-pokok berita dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana;
3. merangkai jawaban tersebut menjadi paragraf yang padu dengan ditambah kata-kata penghubung yang tepat.
1. Mencatat pokok berita yang didengar
Dengarkan berita yang di radio atau lihatlah di televisi. Buatlah catatan dengan format berikut.
Sumber berita : TV/radio Jam tayang : . . . .
Nama penyiar : . . . .
Nama acara : . . . .
Judul berita : . . . .
Pokok-pokok berita:
a. . . . .
b. . . . .
c. . . . .
Perhatikan contoh berikut ini
Sumber Berita : TV/Metro TV
Jam Tayang : 05.45 . Jumat, 25 Juli 2008
Nama Acara : Metro Pagi
Judul Berita : Krisis Listrik
Nama Penyiar : Indra Maulana dan Dani
Pokok-pokok berita
- pemerintah melakukan penghematan energi pada sektor industri sekitar 10 hingga 20%
- pemerintah akan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara menteri energi dan menteri perdagangan untuk melakukan penghematan. Sebagai langkah awal penghematan listrik, misalnya dengan pengalihan jam kerja dan jadwal pemadaman
2. Menyimpulkan isi berita
Kamu masih ingat bagaimana membuat simpulan, bukan? Membuat simpulan berbeda dengan membuat ringkasan. Simpulan mengutamakan pendapat atau tanggapan serta penilaian berdasarkan isi yang ada. Susunan simpulan tidak harus urut seperti sumber aslinya. Yang ditonjolkan adalah hal-hal yang mendukung pendapat atau tanggapan serta penilaian yang disampaikan. Sementara, ringkasan adalah bentuk ringkas dari isi berita dan tidak terdapat pendapat atau penilaian tentang isi bacaan.
Contoh:
Kesimpulan dari isi berita tersebut adalah pemerintah telah serius melakukan penghematan untuk menghadapi krisis listrik yang terjadi di negara akhir-akhir ini.
B. Membacakan Puisi Karya Sendiri.
Pada bagian ini, kamu akan belajar membacakan puisi. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat memahami cara membaca puisi. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan berkaitan dengan isi puisi. Selanjutnya, kamu dapat membacakan puisi dengan ekspresi yang tepat.
1. Membaca puisi dan memahami isinya
Bagaimana cara membaca puisi yang baik? Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Mengapa? Karena membaca puisi banyak aspek yang sifatnya pribadi. Setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam membaca puisi. Apabila kamu menirukan cara orang lain membaca puisi, maka kamu telah menampilkan orang lain yang kepribadiannya berbeda dengan dirimu sendiri. Oleh karena itu, jika kamu ingin membaca puisi, kamu harus mampu menjadi dirimu sendiri dan mengenal kepribadianmu sendiri. Berusahalah tampil sepenuhnya sesuai dengan kepribadianmu.
Pembacaan puisi adalah upaya menyampaikan isi, perasaan, dan pikiran yang terkandung dalam puisi kepada orang lain. Oleh karena itu, kamu harus berusaha agar orang yang mendengarnya dapat memahami dan menikmati puisi tersebut.
Untuk dapat membaca puisi dengan baik, seorang pembaca puisi harus memahami isi puisi yang akan dibacanya. Di samping itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pembaca puisi, yaitu:
1. lafal atau pengucapan; 2. gerak dan mimik;
3. komunikatif.
Supaya lebih jelas, cobalah kamu baca dan pahami uraian berikut.
a. Lafal atau pengucapan
Teknik pelafalan atau pengucapan adalah hal yang amat menentukan berhasil tidaknya pembacaan puisi. Ucapkanlah vokal dan konsonan secara jelas dan tepat. Suara konsonan memberikan penjelasan pada ucapan, sedangkan suara vokal memberikan keindahan. Keduanya tak dapat dipisahkan. Di samping itu berusahalah agar suaramu terdengar merdu. Kemerduan suara menyangkut masalah intonasi, yaitu tekanan dinamik (keras atau lembut), tekanan tempo (cepat atau lambat), dan tekanan nada (tinggi atau rendah).
b. Gerak dan mimik
Yaitu melakukan gerakan yang sesuai dengan isi puisi. Untuk menghasilkan gerak yang tepat, seorang pembaca harus dapat menghilangkan perasaan malu dan kaku. Pembaca harus mendalami makna puisi. Apakah puisi yang dipilih itu puisi yang sendu, sedih, marah, bersemangat, cengeng, dan lain-lain.
c. Komunikatif
Yaitu usaha pembaca untuk mengadakan kontak dengan pendengar (penonton). Kontak ini dilakukan dengan cara sekali-kali melihat kepada penonton. Walaupun kamu membaca puisi, namun kamu jangan sibuk dengan membaca saja.
Supaya lebih jelas cobalah kamu baca puisi berikut ini.
Sebelum kamu membacanya, gurumu akan memberi contoh cara membaca puisi atau memutar VCD pembacaan puisi oleh temanmu yang pernah mengikuti lomba.
2. Memahami isi puisi
Jawablah pertanyaan di bawah ini agar kamu dapat memahami isi puisi tersebut.
a. Mengapa penulis berterima kasih kepada guru?
b. Bagaimana sikap guru dalam membimbing muridnya?
c. Pada bait ketiga penulis berdoa untuk sang guru. Apa isi doa tersebut?
d. Mengapa guru dikatakan memiliki tugas mulia?
e. Apa maksud larik Tidak mengenal miskin dan kaya pada bait kedua puisi tersebut?
C. Menemukan Makna Tersirat dalam Teks.
Pada pelajaran ini, kamu akan kembali membaca intensif teks. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca teks secara intensif. Kamu juga diharapkan dapat menemukan kata yang bermakna tersirat dalam teks. Selanjutnya, kamu harus dapat menjelaskan makna tersirat yang terdapat dalam kalimat secara tepat.
Sekarang, coba bacalah dalam hati teks berikut.
Nasib Pak Tani
Setiap hari petani bekerja membanting tulang demi mendapatkan hasil panen yang melimpah. Tetapi, kadang-kadang usaha itu menjadi makanan empuk bagi para tengkulak. Mengapa? Sewaktu masa tanam, petani dipinjami uang untuk modal membeli bibit dan pupuk. Di masa panen
para petani harus menjual hasil panennya kepada mereka dengan harga rendah. Demi mengejar rupiah, para tengkulak sering berbuat semena- mena kepada petani. Oleh sebab itu, petani harus mengubah sikap agar tidak bergantung kepada tengkulak.
Titiek Maryuni
Pada teks tersebut terdapat kata-kata yang mengalami penggeseran makna asosiasi, yang terjadi akibat persamaan sifat. Contoh, kata membanting tulang bersamaan sifat dengan orang yang bekerja keras. Dapat dikatakan bahwa kata membanting tulang memiliki makna tersirat bekerja keras.
2. Menemukan kata yang bermakna asosiasi
Berdasarkan penjelasan di atas, carilah kata yang mengalami penggeseran makna asosiasi dan tentukan makna tersiratnya dengan menggunakan tabel berikut.
D. Menyusun Naskah Pidato.
Pada pertemuan ini, kamu akan belajar menulis naskah pidato. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat mengamati isi dan struktur naskah pidato. Kamu juga diharapkan dapat membuat kerangka pidato. Setelah itu, kamu harus dapat mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato yang utuh.
Pernahkah kamu berpidato di depan banyak orang. Kamu tentu sudah tahu cara-cara berpidato. Salah satunya adalah berpidato dengan membaca naskah. Nah, bagaimana jika kamu menyusun naskah pidato sendiri? Apa saja langkah- langkah yang harus dikerjakan? Cobalah ikuti kegiatan berikut ini.
1. Mengamati naskah pidato
Sebelum kamu menyusun naskah pidato sendiri amatilah naskah pidato berikut ini. Cermatilah bagian naskah pidato yang menunjukkan bagian pembukaan pidato, isi pidato, dan penutup pidato.
Perhatikan pidato kepala sekolah saat upacara hari Senin di sekolah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Anak-anakku semua siswa kelas I sampai kelas VI yang saya cintai. Bapak, Ibu, dan karyawan yang saya hormati. Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua telah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pada pagi hari ini dapat melaksanakan kegiatan rutin, yaitu mengadakan upacara bendera tiap hari Senin. Kita dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari ini semata-mata hanya karena karunia dan rida dari Allah SWT.
Pada kesempatan ini saya mengingatkan dan mengajak kepada anak- anakku dan semua bapak/ibu guru dan karyawan untuk bersama-sama menegakkan kedisiplinan di sekolah ini. Ya, disiplin adalah misi kita untuk mencapai tujuan. Apakah disiplin itu? Ya, disiplin adalah ketaatan kepada peraturan (tata tertib).
Anak-anakku yang bahagia. Jika kalian ingin sukses, kalian harus disiplin dalam melaksanakan aturan. Setiap pelajar harus memiliki disiplin belajar. Guru yang ingin sukses juga harus disiplin mengajar. Dengan kata lain, siapa pun yang ingin sukses maka harus disiplin dalam melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Nah, sebagai remaja haruslah bersemangat baja untuk menempa diri menjadi manusia yang berguna. Apalagi pelajar menjadi tulang punggung negara haruslah sehat, cerdas, dan kuat. Sebagai generasi muda haruslah bersemangat seperti raja siang yang menerangi alam raya.
Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa disiplin adalah kunci sukses seseorang. Kedisiplinan dapat mengantarkan kita menuju keberhasilan dan kesuksesan di masa depan.
Demikian sekelumit sambutan saya, terima kasih atas perhatiannya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Sekian mohon maaf jika ada kesalahan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sri Santosa
2. Menentukan kerangka pidato
Apabila dicermati, pidato tersebut memiliki penuturan sebagai berikut:
a. pendahuluan;
b.permasalahan;
c. pembahasan masalah;
d. kesimpulan/penutup.
Coba tunjukkan paragraf yang menunjukkan bagian pendahuluan, permasalahan, pembahasan masalah, dan penutup dengan tabel berikut ini
PENDIDIKAN
A. Mendengarkan Berita dan Menyimpulkan Isinya.
Pada awal pelajaran ini, kamu akan belajar mendengarkan berita. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat mencatat pokok-pokok berita yang didengar. Setelah itu, kamu juga diharapkan dapat menyimpulkan isi berita yang didengar.
Pada kegiatan sebelumnya, kamu sudah sering melakukan kegiatan mendengarkan berita. Masih ingatkah kamu bagaimana cara mendengarkan yang tepat agar kamu dapat menangkap isi berita? Tentu saja kamu akan melakukan hal-hal berikut ini:
1. mendengarkan dengan penuh konsentrasi;
2. mencatat pokok-pokok berita dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana;
3. merangkai jawaban tersebut menjadi paragraf yang padu dengan ditambah kata-kata penghubung yang tepat.
1. Mencatat pokok berita yang didengar
Dengarkan berita yang di radio atau lihatlah di televisi. Buatlah catatan dengan format berikut.
Sumber berita : TV/radio Jam tayang : . . . .
Nama penyiar : . . . .
Nama acara : . . . .
Judul berita : . . . .
Pokok-pokok berita:
a. . . . .
b. . . . .
c. . . . .
Perhatikan contoh berikut ini
Sumber Berita : TV/Metro TV
Jam Tayang : 05.45 . Jumat, 25 Juli 2008
Nama Acara : Metro Pagi
Judul Berita : Krisis Listrik
Nama Penyiar : Indra Maulana dan Dani
Pokok-pokok berita
- pemerintah melakukan penghematan energi pada sektor industri sekitar 10 hingga 20%
- pemerintah akan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara menteri energi dan menteri perdagangan untuk melakukan penghematan. Sebagai langkah awal penghematan listrik, misalnya dengan pengalihan jam kerja dan jadwal pemadaman
2. Menyimpulkan isi berita
Kamu masih ingat bagaimana membuat simpulan, bukan? Membuat simpulan berbeda dengan membuat ringkasan. Simpulan mengutamakan pendapat atau tanggapan serta penilaian berdasarkan isi yang ada. Susunan simpulan tidak harus urut seperti sumber aslinya. Yang ditonjolkan adalah hal-hal yang mendukung pendapat atau tanggapan serta penilaian yang disampaikan. Sementara, ringkasan adalah bentuk ringkas dari isi berita dan tidak terdapat pendapat atau penilaian tentang isi bacaan.
Contoh:
Kesimpulan dari isi berita tersebut adalah pemerintah telah serius melakukan penghematan untuk menghadapi krisis listrik yang terjadi di negara akhir-akhir ini.
B. Membacakan Puisi Karya Sendiri.
Pada bagian ini, kamu akan belajar membacakan puisi. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat memahami cara membaca puisi. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan berkaitan dengan isi puisi. Selanjutnya, kamu dapat membacakan puisi dengan ekspresi yang tepat.
1. Membaca puisi dan memahami isinya
Bagaimana cara membaca puisi yang baik? Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Mengapa? Karena membaca puisi banyak aspek yang sifatnya pribadi. Setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam membaca puisi. Apabila kamu menirukan cara orang lain membaca puisi, maka kamu telah menampilkan orang lain yang kepribadiannya berbeda dengan dirimu sendiri. Oleh karena itu, jika kamu ingin membaca puisi, kamu harus mampu menjadi dirimu sendiri dan mengenal kepribadianmu sendiri. Berusahalah tampil sepenuhnya sesuai dengan kepribadianmu.
Pembacaan puisi adalah upaya menyampaikan isi, perasaan, dan pikiran yang terkandung dalam puisi kepada orang lain. Oleh karena itu, kamu harus berusaha agar orang yang mendengarnya dapat memahami dan menikmati puisi tersebut.
Untuk dapat membaca puisi dengan baik, seorang pembaca puisi harus memahami isi puisi yang akan dibacanya. Di samping itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pembaca puisi, yaitu:
1. lafal atau pengucapan; 2. gerak dan mimik;
3. komunikatif.
Supaya lebih jelas, cobalah kamu baca dan pahami uraian berikut.
a. Lafal atau pengucapan
Teknik pelafalan atau pengucapan adalah hal yang amat menentukan berhasil tidaknya pembacaan puisi. Ucapkanlah vokal dan konsonan secara jelas dan tepat. Suara konsonan memberikan penjelasan pada ucapan, sedangkan suara vokal memberikan keindahan. Keduanya tak dapat dipisahkan. Di samping itu berusahalah agar suaramu terdengar merdu. Kemerduan suara menyangkut masalah intonasi, yaitu tekanan dinamik (keras atau lembut), tekanan tempo (cepat atau lambat), dan tekanan nada (tinggi atau rendah).
b. Gerak dan mimik
Yaitu melakukan gerakan yang sesuai dengan isi puisi. Untuk menghasilkan gerak yang tepat, seorang pembaca harus dapat menghilangkan perasaan malu dan kaku. Pembaca harus mendalami makna puisi. Apakah puisi yang dipilih itu puisi yang sendu, sedih, marah, bersemangat, cengeng, dan lain-lain.
c. Komunikatif
Yaitu usaha pembaca untuk mengadakan kontak dengan pendengar (penonton). Kontak ini dilakukan dengan cara sekali-kali melihat kepada penonton. Walaupun kamu membaca puisi, namun kamu jangan sibuk dengan membaca saja.
Supaya lebih jelas cobalah kamu baca puisi berikut ini.
Sebelum kamu membacanya, gurumu akan memberi contoh cara membaca puisi atau memutar VCD pembacaan puisi oleh temanmu yang pernah mengikuti lomba.
2. Memahami isi puisi
Jawablah pertanyaan di bawah ini agar kamu dapat memahami isi puisi tersebut.
a. Mengapa penulis berterima kasih kepada guru?
b. Bagaimana sikap guru dalam membimbing muridnya?
c. Pada bait ketiga penulis berdoa untuk sang guru. Apa isi doa tersebut?
d. Mengapa guru dikatakan memiliki tugas mulia?
e. Apa maksud larik Tidak mengenal miskin dan kaya pada bait kedua puisi tersebut?
C. Menemukan Makna Tersirat dalam Teks.
Pada pelajaran ini, kamu akan kembali membaca intensif teks. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca teks secara intensif. Kamu juga diharapkan dapat menemukan kata yang bermakna tersirat dalam teks. Selanjutnya, kamu harus dapat menjelaskan makna tersirat yang terdapat dalam kalimat secara tepat.
Sekarang, coba bacalah dalam hati teks berikut.
Nasib Pak Tani
Setiap hari petani bekerja membanting tulang demi mendapatkan hasil panen yang melimpah. Tetapi, kadang-kadang usaha itu menjadi makanan empuk bagi para tengkulak. Mengapa? Sewaktu masa tanam, petani dipinjami uang untuk modal membeli bibit dan pupuk. Di masa panen
para petani harus menjual hasil panennya kepada mereka dengan harga rendah. Demi mengejar rupiah, para tengkulak sering berbuat semena- mena kepada petani. Oleh sebab itu, petani harus mengubah sikap agar tidak bergantung kepada tengkulak.
Titiek Maryuni
Pada teks tersebut terdapat kata-kata yang mengalami penggeseran makna asosiasi, yang terjadi akibat persamaan sifat. Contoh, kata membanting tulang bersamaan sifat dengan orang yang bekerja keras. Dapat dikatakan bahwa kata membanting tulang memiliki makna tersirat bekerja keras.
2. Menemukan kata yang bermakna asosiasi
Berdasarkan penjelasan di atas, carilah kata yang mengalami penggeseran makna asosiasi dan tentukan makna tersiratnya dengan menggunakan tabel berikut.
D. Menyusun Naskah Pidato.
Pada pertemuan ini, kamu akan belajar menulis naskah pidato. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat mengamati isi dan struktur naskah pidato. Kamu juga diharapkan dapat membuat kerangka pidato. Setelah itu, kamu harus dapat mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato yang utuh.
Pernahkah kamu berpidato di depan banyak orang. Kamu tentu sudah tahu cara-cara berpidato. Salah satunya adalah berpidato dengan membaca naskah. Nah, bagaimana jika kamu menyusun naskah pidato sendiri? Apa saja langkah- langkah yang harus dikerjakan? Cobalah ikuti kegiatan berikut ini.
1. Mengamati naskah pidato
Sebelum kamu menyusun naskah pidato sendiri amatilah naskah pidato berikut ini. Cermatilah bagian naskah pidato yang menunjukkan bagian pembukaan pidato, isi pidato, dan penutup pidato.
Perhatikan pidato kepala sekolah saat upacara hari Senin di sekolah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Anak-anakku semua siswa kelas I sampai kelas VI yang saya cintai. Bapak, Ibu, dan karyawan yang saya hormati. Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua telah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pada pagi hari ini dapat melaksanakan kegiatan rutin, yaitu mengadakan upacara bendera tiap hari Senin. Kita dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari ini semata-mata hanya karena karunia dan rida dari Allah SWT.
Pada kesempatan ini saya mengingatkan dan mengajak kepada anak- anakku dan semua bapak/ibu guru dan karyawan untuk bersama-sama menegakkan kedisiplinan di sekolah ini. Ya, disiplin adalah misi kita untuk mencapai tujuan. Apakah disiplin itu? Ya, disiplin adalah ketaatan kepada peraturan (tata tertib).
Anak-anakku yang bahagia. Jika kalian ingin sukses, kalian harus disiplin dalam melaksanakan aturan. Setiap pelajar harus memiliki disiplin belajar. Guru yang ingin sukses juga harus disiplin mengajar. Dengan kata lain, siapa pun yang ingin sukses maka harus disiplin dalam melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Nah, sebagai remaja haruslah bersemangat baja untuk menempa diri menjadi manusia yang berguna. Apalagi pelajar menjadi tulang punggung negara haruslah sehat, cerdas, dan kuat. Sebagai generasi muda haruslah bersemangat seperti raja siang yang menerangi alam raya.
Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa disiplin adalah kunci sukses seseorang. Kedisiplinan dapat mengantarkan kita menuju keberhasilan dan kesuksesan di masa depan.
Demikian sekelumit sambutan saya, terima kasih atas perhatiannya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Sekian mohon maaf jika ada kesalahan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sri Santosa
2. Menentukan kerangka pidato
Apabila dicermati, pidato tersebut memiliki penuturan sebagai berikut:
a. pendahuluan;
b.permasalahan;
c. pembahasan masalah;
d. kesimpulan/penutup.
Coba tunjukkan paragraf yang menunjukkan bagian pendahuluan, permasalahan, pembahasan masalah, dan penutup dengan tabel berikut ini
MATERI PELAJARAN B.INDONESIA KELAS 6 BAB 7
BAB 7
KETERTIBAN
A. Memahami Drama Pendek
Pada awal pelajaran ini, kamu akan belajar memahami drama. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat mendengarkan rekaman drama atau mendengarkan cuplikan drama yang dibacakan dengan tertib. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan yang disediakan sesuai dengan isi drama. Selanjutnya, kamu juga harus bisa menceritakan kembali secara lisan isi drama pendek.
1. Mendengarkan drama pendek
Dengarkan rekaman drama berikut atau dapat dibacakan oleh guru atau siswa
Becak Emak
(diolah dari “Keluarga Cemara” karya Arswendo Atmowiloto)
Semalam, Emak menunggui Abah yang pulang dengan tangan kosong, karena becaknya disita. Tengah malam, Abah dipanggil ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan. Emak menunggu sampai tertidur di kursi. Emak sangat letih hingga untuk pertama kalinya Emak tak melihat keberangkatan putri- putrinya.
Sewaktu bangun, Abah sudah membuatkan teh, dan terdengar percakapan Wawan dengan Abah dari teras rumah.
Wawan : Jadi, becaknya masih ditahan polisi, Bah?
Abah : Masih, tak masalah, karena surat-suratnya lengkap. Abah tidak membuat kesalahan di jalan.
Wawan : Kenapa tidak diambil, Bah?
Abah : Ya, besok (pelan penuh bijaksana)
Karena yang kena razia, kan puluhan becak, kalau satu dibebaskan, yang lain iri. Lagi pula suasananya sangat tegang dan banyak kerumunan.
Emak : (datang sambil mengangguk dan tersenyum, duduk di samping Abah) Abah : Jangan pikirkan, Mak!
Emak : (tersenyum lalu pergi mandi, ganti baju, menyisir rambut. Gayanya tetap tenang)
Abah : Mau pergi ke mana, Mak? Emak : Ke kantor polisi.
Abah : Untuk apa?
Emak : (dengan tenang) Untuk mengambil becak. Becak itu napas keluarga kita. Becak itu nyawa bagi kita, Bah? Becak itu tak salah apa-apa, kita membayar pajak. Abah tidak salah jalan. Saya tak mau becak ditahan.”
Abah : Maak… (sambil mendekat) Emak serius?
Emak : Kalau menyangkut kehidupan kita, saya serius, Bah. Abah : Dengar dulu, Mak!
Emak : Saya sudah cukup mendengarkan. Kalau Abah tak dapat mengambil, saya akan mengambil sekarang.
Abah : Tunggu dulu, Mak. Soalnya tak sederhana itu. Kalau Emak mengambil becak, sementara becak-becak yang lain masih di sana.
Emak : Kita mesti mengurusi diri kita sendiri, Bah. (tetap tenang, tanpa emosi, tanpa suara keras. Emak tetap pada niatnya)
2. Memahami Isi Drama Pendek
Sekarang, coba jawablah pertanyaan berikut ini. Kerjakan di buku kerjamu!
a. Mengapa pagi itu Emak tidak dapat melihat keberangkatan putri-putrinya?
b.Becak Abah ditahan di kantor polisi. Apakah Abah melakukan kesalahan?Berilah alasan!
c. Bagaimana sikap Emak setelah mendengar percakapan Abah dengan Wawan?
d. Berdasar drama tersebut, bagaimana watak Abah dan bagaimana watak Emak?
B. Berpidato.
Pada pertemuan ini, kamu akan belajar berpidato. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat mengenal bagian-bagian naskah pidato. Kamu juga harus dapat menyebutkan beberapa metode berpidato. Kemudian, diharapkan kamu dapat berpidato sesuai dengan tema yang ditentukan
1. Mengenal bagian-bagian naskah pidato
Dengarkan baik-baik naskah pidato yang dibacakan temanmu berikut
ini.
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Anak-anakku semua para siswa kelasI sampai kelas VI yang saya cintai. Bapak, ibu, dan karyawan yang saya hormati. Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua telah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pada pagi hari ini dapat melaksanakan upacara bendera tiap hari Senin.
Pada kesempatan ini, saya meng- ingatkan dan mengajak kepada anak- anakku dan semua Bapak/Ibu guru, dan kar-yawan untuk bersama-sama me- negakkan tata tertib di sekolah ini. Kita semua menyadari bahwa tata tertib di sekolah ini tidak hanya berlaku bagi para siswa, tetapi juga bagi kepala sekolah, guru, dan karyawan. Karena kesadaran itulah maka sekolah ini selalu menjadi contoh sebagai sekolah yang tertib, aman, dan bersih. Predikat yang sudah kita sandang ini, janganlah membuat kita sombong, tetapi kita harus terus berusaha agar ketertiban, keamanan, dan kebersihan di sekolah ini tetap terjaga dan bahkan terus meningkat lebih baik.
Sebagai kepala sekolah, saya mengucapkan terima kasih kepada Anak- anak, Bapak/Ibu guru, dan karyawan yang dengan ikhlas dan dengan kesungguhan hati bersama-sama menegakkan disiplin dan selalu meningkatkan prestasi pada semua bidang. Semoga usaha kita senantiasa mendapat rida dari Allah SWT. Kepada anak-anakku, teruslah belajar dan berkarya. Jadilah anak-anak yang berguna. Kami para orang tua selalu berdoa semoga kalian menjadi generasi muda yang cerdas dan sehat.
Saya akhiri amanat saya, jika ada kesalahan dan hal yang kurang berkenan, saya minta maaf.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jika dicermati, pidato tersebut terdapat tiga bagian pidato, yaitu: pendahuluan, isi, dan penutup pidato.
a. Tunjukkan paragraf yang menyampaikan pendahuluan atau pengantar pidato!
b. Tunjukkan paragraf yang merupakan bagian isi pidato!
c. Tunjukkan paragraf yang merupakan bagian penutup pidato!
Agar kamu lebih memahami isi pidato, selanjutnya jawablah pertanyaan berikut ini!
a. Siapa yang berpidato?
b. Pada acara apa pidato itu?
c. Di mana acara itu berlangsung?
d. Sebutkan harapan yang ditujukan kepada anak-anak dan kepada guru/ karyawan?
e. Apa tema pidato tersebut?
2. Mengenal beberapa metode berpidato
Kamu telah mendengar pidato yang dibacakan oleh temanmu, bukan? Nah, begitulah contoh berpidato dengan metode membaca. Meskipun membaca, tetapi nada, intonasi, dan ekspresi gurumu tetap menggambarkan nada dan intonasi orang berpidato. Bisakah kamu meniru seperti itu? Tentu saja bisa. Selain berpidato dengan metode membaca, adakah metode lainnya?
Ada 4 metode berpidato sebagai berikut.
a. Metode membaca naskah, yaitu berpidato dengan cara membaca naskah pidato yang sudah ditulis atau disiapkan sebelumnya.
b. Metode menghafal, yaitu berpidato dengan cara menghafalkan naskahpidato yang sudah ada. Para siswa yang sedang berlatih perpidato boleh memilih metode ini.
c. Metode serta merta, yaitu berpidato tanpa persiapan tertulis. Pembicara berpidato secara spontan. Metode ini dipakai oleh para pemuka masyarakat yang sering berpidato secara mendadak atau spontan. Orang yang sudah ahli berpidato dapat menggunakan metode ini.
d. Berpidato dengan menggunakan catatan kecil sebagai kerangka pidato. Kerangka pidato ini dipakai sebagai dasar untuk berbicara agar isi pidato menjadi urut, runtut, dan terarah. Jika kamu melihat orang berpidato dengan membawa kertas kecil yang berisi tulisan singkat, tetapi dia dapat berpidato berjam-jam berarti orang itu telah memilih metode ini.
2. Menggunakan kalimat majemuk hubungan pertentangan
Tahukah kamu apa ciri kalimat majemuk yang mengandung hubungan pertentangan? Kalimat yang mengandung hubungan pertentangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Hal yang dinyatakan sebelumnya bertentangan dengan hal yang dinyatakan sesudahnya.
b. Hubungan tersebut ditandai oleh penggunaan kata penghubung tetapi, namun, melainkan, sebaliknya, padahal dan sebagainya.
Contoh:
a. Ia sudah bekerja keras padahal tubuhnya belum kuat benar.
b. Saya ingin bermain sepak bola namun hujan turun sangat deras.
c. Penampilan Fina tomboi tetapi tingkah lakunya lambat.
d. Ibu tidak memilih baju biru melainkan baju merah.
e. Adiknya sangat rajin sebaliknya kakaknya sangat malas belajar
Untuk menguji pamahamanmu, kerjakan latihan berikut.
C. Membaca Teks Drama
Setelah belajar berpidato, sekarang kamu akan membaca naskah drama. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca teks drama anak dengan intonasi yang tepat dan menjawab pertanyaan isi drama. Kamu juga diharapkan dapat mengidentifikasi unsur (tokoh, sifat, latar, dan amanat) drama anak. Kemudian, kamu harus dapat memerankan drama di depan kelas sesuai dengan watak pelaku dalam drama.
1. Membaca teks drama
Berkelompoklah dengan anggota 4 anak. Bacalah teks drama berikut ini. Tentukan siapa yang menjadi narator, Nano, Andi, dan polisi. Bacalah dengan intonasi yang tepat sesuai dengan peranmu.
Pengorbanan
Suatu hari Andi dan Nano tidak masuk sekolah. Mereka berdua merencanakan pergi ke Bandungan terus ke Candi Gedung Songo. Mereka berdua berkencan di depan pasar Jatingaleh, Semarang. Sejak tadi Andi gelisah karena sudah satu jam dari waktu yang
ditentukan Nano belum datang juga. Di tengah kecemasannya Nano kemudian tiba.
Nano : Maaf, Ndi saya agak terlambat. (Nano menjelaskan dengan agak takut)
Andi : Mengapa terlambat? Bukankah kita sepakat datang di tempat ini pukul
8.00. (dengan marah)
Nano : Iya, tetapi… tadi ada kemacetan di jalan. Bagaimana kita jadi pergi, nggak?
Andi : Ya, jadi! Kita sudah terlanjur membolos tidak masuk sekolah.
Nano : Kalau begitu, kita segera berangkat
saja. Ayo aku mbonceng. (sambil mbonceng di atas sepeda motor Andi).
Di tengah perjalanan Andi dan Nano dihentikan polisi.
Polisi : Selamat siang, Dik. Boleh saya lihat STNK-nya? Adik membawa STNK? (dengan sopan)
Andi : Tidak, Pak. (dengan gemetar) Polisi : Sudah punya SIM?
Andi : Belum, Pak! (ketakutan dan pucat)
Polisi : Adik mau ke mana? Andi : Ke Bandungan, Pak. Polisi : Adik berdua mbolos, ya? Andi dan Nano : Ya, Pak! (lirih) Polisi : Ayo, ke kantor polisi.
Di kantor polisi Andi duduk di samping Nano. Di depannya, Pak Polisi dengan mesin ketiknya menanyai mereka berdua.
Polisi : Kepergian adik tidak seizin orang tua?
Andi dan Nano : Ya, Pak. (hampir bersamaan).
Polisi : Sekarang, sepeda adik saya tahan. Orang tuamu besok pagi agar mengambil di kantor polisi sini, siapa namamu dan nama orang tuamu?
Andi : Nama saya Andi Pak, nama orang tua saya Pariman.
Polisi : Kamu? (sambil menunjuk ke Nano).
Nano : Nama saya Nano dan nama ayah saya Leo Harsono.
Polisi : Di mana alamat rumahmu, Andi?
Andi : Jl. Pasang Tengah No. 18, Pedurungan, Semarang.
Polisi : Kamu Nano?
Nano : Jl. Pemuda No. 7, Karangturi, Semarang.
Polisi : Ya, sekarang kamu pulang naik angkot! Beritahukan peristiwa ini kepada orang tuamu.
Andi dan Nano : Ya, Pak. Terima kasih. Permisi, Pak!
Polisi : Ya, hati-hati di jalan, jangan diulangi lagi perbuatan mbolosmu, ya!
Andi dan Nano : Ya, Pak. (hampir bersamaan)
2. Menjawab pertanyaan isi drama
Sekarang, cobalah menjawab pertanyaan berikut ini!
a. Andi dan Nano pada hari itu akan ke mana?
b. Apakah mereka berdua izin kepada guru dan kepada orang tua? Dari mana kamu tahu?
c. Surat-surat apakah yang harus dibawa oleh pengendara sepeda motor?
d. Membawa suratkah Andi dan Nano? Bagaimana akibatnya?
e. Andi dan Nano tidak masuk sekolah (mbolos). Setujukah kamu terhadap tindakan Andi dan Nano tersebut? Berilah alasan!
f. Bagaimana akibat dari perbuatan mereka berdua?
g. Setujukah kamu dengan perbuatan Andi dan Nano? Mengapa?
3. Mengidentifikasi unsur (tokoh, sifat tokoh, latar, alur, dan amanat) drama anak
Setiap karya sastra, baik berbentuk cerita maupun drama memiliki unsur tokoh, sifat tokoh, latar, alur, dan amanat. Unsur-unsur tersebut disebut unsur
intrinsik. Agar kamu dapat mengidentifikasi unsur intrinsik drama, kamu harus mengikuti drama atau dengan membaca teks drama itu dengan sungguh- sungguh. Perhatikan contoh cuplikan teks drama berikut ini.
Ken Arok
Babak I
Suatu siang di tengah belantara, siang hari menuju sore
Adegan I
Tampak Ken Arok tidur di suatu tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton sebagai batu besar atau cabang pohon dan sebagainya. Tita, sahabat dan pembantu Ken Arok berdiri di suatu tempat sambil mengamati arah dari mana rombongan pedagang akan datang.Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang perampok, berada di dekatnya juga tampak mengawasi dan gelisah.
Perampok I : Tita bisakah dia tidur seperti itu? Tita : (tersenyum) Apa salahnya dia tidur?
Pe rampok I : Ya tidak ada salahnya. Tapi, rasanya tidak pantas orang lain gelisah dan tegang, ia enak-enakan tidur.
Tita : Kalau takut, kami tidak memaksamu ikut dalam pekerjaan ini. Perampok I : Kau tahu saya tidak takit.
Tita : Barangkali kau tidak percaya kepadanya.
Pe rampok I : (ragu-ragu) Tidak juga, dia begitu terkenal , masa bertindak sembrono.
Tita : (tersenyum) Kau tidak akan memahaminya. Dia bukan manusia.
Sekarang tenanglah.
Adegan II
Ken Arok bangun dan bangkit, seperti seekor harimau ia menggeliat. Ia berjalan ke arah anak buahnya. Gerakannya memperlihatkan gerakan seekor binatang buas, lembut tetapi penuh tenaga. Ia memandang ke arah matahari.
Ken Arok : Dalam beberapa saat mereka akan tiba. Tita : Bagaimana kau tahu?
Ken Arok : Dari Kediri mereka berangkat subuh. Mereka membawa beban dan gerakan mereka tidak akan cepat. Jadi dalam beberapa saat baru mereka tiba di sini.
Tita : Kau yakin?
K Ken Arok : Sudah kucium bau mereka. Sekarang, cepat kalian bersem- bunyi. Aku akan membunuh yang paling kuat diantara mereka,
begitu aku menyerang kalian langsung menyerang (para perampok bersembunyi kecuali Ken Arok)
Tita : Arok. Sembunyilah kau!
Ken Arok : Tidak. Sembunyilah kalian. (Terdengar suara rombongan datang.
Ken Arok berdiri di tengah jalan)
Berdasarkan teks drama tersebut kamu dapat mengetahui unsur intrinsiknya sebagai berikut:
a. Drama tersebut mengisahkan gerombolsn persmpok yang dipimpin oleh Ken Arok sedang menunggu rombongan pedagang yang akan tiba.
b. Latar peristiwanya adalah ditengah hutan pada siang menjelang sore (senja hari).
c. Tokoh-tokohnya adalah sebagai berikut.
1. KenArok yang berwatak kejam, suka membunuh korban dan merampok hartanya
2. Perampok I: perampokperampok yang taat kepada Ken Arok sebagai pemimpin walaupun kadang-kadang heran dengan perilaku ken arok
3. Tita: perampok yang taat kepada Ken Arok dia lebih pemberani dibanding dengan teman-temannya
d. Amanat drama tersebut adalah bahwa sebagai manusia haruslah berbuat baik kepada sesamanya. Janganlah menjadi manusia yang suka merugikan orang lain. Jangan menjadi perampok. Jangan menjadi pembunuh. Masih banyak pekerjaan yang halal yang diridloi oleh allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
D. Menulis Surat Izin
Pada aspek keterampilan menulis, kamu akan kembali membahas surat resmi. Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan kamu dapat mengetahui unsur-unsur surat izin. Kamu juga diharapkan dapat memahami format surat izin. Akhirnya, kamu diharapkan dapat membuat surat izin.
Pada pelajaran sebelumnya kamu sudah mempelajari tentang surat resmi. Coba jelaskan apa surat resmi itu? Sebutkan contoh surat resmi! pernahkah kamu menulis surat izin tidak masuk sekolah? Pada kegiatan ini kamu akan berlatih menulis surat izin kepada bapak/ibu guru.
1. Cermatilah contoh surat izin berikut ini.
Sidomulyo, 11 Februari, 2008
Yth. Bapak/ibu guru kelas VI SD Negeri Tempel
di Tempel Sukasari
Dengan hormat
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
nama : Dwi Astuti
kelas : VI SD Negeri Tempel
Memberitahukan bahwa pada hari ini Senin, 11 Februari 2008 tidak dapat masuk sekolah karena sakit.
Oleh karena itu, saya mohon izin tidak mengikuti pelajaran selama 3 hari sesuai dengan surat keterangan sakit dari dokter yang saya lampirkan pada surat ini.
Kemudian atas perkenannya, saya mengucapkan terima kasih.
2. Jawablah pertanyaan berikut ini.
a. Siapa yang menulis surat izin tersebut?
b. Kepada siapa surat izin tersebut ditujukan?
c. Apa isi surat tersebut?
d. Samakah bahasa surat izin kepada guru kelas dengan surat pribadi yang ditujukan kepada temanmu? Di mana perbedaannya?
e. Sebutkan bagian-bagian surat izin tersebut!
3. Menulis surat permohonan izin
Bagaimana cara menyusun surat permohonan izin yang baik dan benar? Menyusun surat permohonan izin harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Adapun langkah-langkah dalam menyusun surat permohonan izin adalah sebagai berikut:
a. mendaftar ide pokok, yang meliputi: kepada siapa izin itu disampaikan (izin sakit, izin meminjam barang, izin menggunakan tempat/gedung dan sebagainya), berapa lama permohonan izin tesebut, jaminan apa yang ditawarkan (berjanji segera masuk jika sudah sembuh, berjanji segera mengembalikan barang, dan sebagainya), sampaikan ucapan terima kasih;
b. menyusun ide pokok dalam bentuk kerangka surat;
c. mengembangkan kerangka tersebut menjadi surat permohonan izin dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan Benar.
KETERTIBAN
A. Memahami Drama Pendek
Pada awal pelajaran ini, kamu akan belajar memahami drama. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat mendengarkan rekaman drama atau mendengarkan cuplikan drama yang dibacakan dengan tertib. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan yang disediakan sesuai dengan isi drama. Selanjutnya, kamu juga harus bisa menceritakan kembali secara lisan isi drama pendek.
1. Mendengarkan drama pendek
Dengarkan rekaman drama berikut atau dapat dibacakan oleh guru atau siswa
Becak Emak
(diolah dari “Keluarga Cemara” karya Arswendo Atmowiloto)
Semalam, Emak menunggui Abah yang pulang dengan tangan kosong, karena becaknya disita. Tengah malam, Abah dipanggil ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan. Emak menunggu sampai tertidur di kursi. Emak sangat letih hingga untuk pertama kalinya Emak tak melihat keberangkatan putri- putrinya.
Sewaktu bangun, Abah sudah membuatkan teh, dan terdengar percakapan Wawan dengan Abah dari teras rumah.
Wawan : Jadi, becaknya masih ditahan polisi, Bah?
Abah : Masih, tak masalah, karena surat-suratnya lengkap. Abah tidak membuat kesalahan di jalan.
Wawan : Kenapa tidak diambil, Bah?
Abah : Ya, besok (pelan penuh bijaksana)
Karena yang kena razia, kan puluhan becak, kalau satu dibebaskan, yang lain iri. Lagi pula suasananya sangat tegang dan banyak kerumunan.
Emak : (datang sambil mengangguk dan tersenyum, duduk di samping Abah) Abah : Jangan pikirkan, Mak!
Emak : (tersenyum lalu pergi mandi, ganti baju, menyisir rambut. Gayanya tetap tenang)
Abah : Mau pergi ke mana, Mak? Emak : Ke kantor polisi.
Abah : Untuk apa?
Emak : (dengan tenang) Untuk mengambil becak. Becak itu napas keluarga kita. Becak itu nyawa bagi kita, Bah? Becak itu tak salah apa-apa, kita membayar pajak. Abah tidak salah jalan. Saya tak mau becak ditahan.”
Abah : Maak… (sambil mendekat) Emak serius?
Emak : Kalau menyangkut kehidupan kita, saya serius, Bah. Abah : Dengar dulu, Mak!
Emak : Saya sudah cukup mendengarkan. Kalau Abah tak dapat mengambil, saya akan mengambil sekarang.
Abah : Tunggu dulu, Mak. Soalnya tak sederhana itu. Kalau Emak mengambil becak, sementara becak-becak yang lain masih di sana.
Emak : Kita mesti mengurusi diri kita sendiri, Bah. (tetap tenang, tanpa emosi, tanpa suara keras. Emak tetap pada niatnya)
2. Memahami Isi Drama Pendek
Sekarang, coba jawablah pertanyaan berikut ini. Kerjakan di buku kerjamu!
a. Mengapa pagi itu Emak tidak dapat melihat keberangkatan putri-putrinya?
b.Becak Abah ditahan di kantor polisi. Apakah Abah melakukan kesalahan?Berilah alasan!
c. Bagaimana sikap Emak setelah mendengar percakapan Abah dengan Wawan?
d. Berdasar drama tersebut, bagaimana watak Abah dan bagaimana watak Emak?
B. Berpidato.
Pada pertemuan ini, kamu akan belajar berpidato. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat mengenal bagian-bagian naskah pidato. Kamu juga harus dapat menyebutkan beberapa metode berpidato. Kemudian, diharapkan kamu dapat berpidato sesuai dengan tema yang ditentukan
1. Mengenal bagian-bagian naskah pidato
Dengarkan baik-baik naskah pidato yang dibacakan temanmu berikut
ini.
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Anak-anakku semua para siswa kelasI sampai kelas VI yang saya cintai. Bapak, ibu, dan karyawan yang saya hormati. Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua telah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pada pagi hari ini dapat melaksanakan upacara bendera tiap hari Senin.
Pada kesempatan ini, saya meng- ingatkan dan mengajak kepada anak- anakku dan semua Bapak/Ibu guru, dan kar-yawan untuk bersama-sama me- negakkan tata tertib di sekolah ini. Kita semua menyadari bahwa tata tertib di sekolah ini tidak hanya berlaku bagi para siswa, tetapi juga bagi kepala sekolah, guru, dan karyawan. Karena kesadaran itulah maka sekolah ini selalu menjadi contoh sebagai sekolah yang tertib, aman, dan bersih. Predikat yang sudah kita sandang ini, janganlah membuat kita sombong, tetapi kita harus terus berusaha agar ketertiban, keamanan, dan kebersihan di sekolah ini tetap terjaga dan bahkan terus meningkat lebih baik.
Sebagai kepala sekolah, saya mengucapkan terima kasih kepada Anak- anak, Bapak/Ibu guru, dan karyawan yang dengan ikhlas dan dengan kesungguhan hati bersama-sama menegakkan disiplin dan selalu meningkatkan prestasi pada semua bidang. Semoga usaha kita senantiasa mendapat rida dari Allah SWT. Kepada anak-anakku, teruslah belajar dan berkarya. Jadilah anak-anak yang berguna. Kami para orang tua selalu berdoa semoga kalian menjadi generasi muda yang cerdas dan sehat.
Saya akhiri amanat saya, jika ada kesalahan dan hal yang kurang berkenan, saya minta maaf.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jika dicermati, pidato tersebut terdapat tiga bagian pidato, yaitu: pendahuluan, isi, dan penutup pidato.
a. Tunjukkan paragraf yang menyampaikan pendahuluan atau pengantar pidato!
b. Tunjukkan paragraf yang merupakan bagian isi pidato!
c. Tunjukkan paragraf yang merupakan bagian penutup pidato!
Agar kamu lebih memahami isi pidato, selanjutnya jawablah pertanyaan berikut ini!
a. Siapa yang berpidato?
b. Pada acara apa pidato itu?
c. Di mana acara itu berlangsung?
d. Sebutkan harapan yang ditujukan kepada anak-anak dan kepada guru/ karyawan?
e. Apa tema pidato tersebut?
2. Mengenal beberapa metode berpidato
Kamu telah mendengar pidato yang dibacakan oleh temanmu, bukan? Nah, begitulah contoh berpidato dengan metode membaca. Meskipun membaca, tetapi nada, intonasi, dan ekspresi gurumu tetap menggambarkan nada dan intonasi orang berpidato. Bisakah kamu meniru seperti itu? Tentu saja bisa. Selain berpidato dengan metode membaca, adakah metode lainnya?
Ada 4 metode berpidato sebagai berikut.
a. Metode membaca naskah, yaitu berpidato dengan cara membaca naskah pidato yang sudah ditulis atau disiapkan sebelumnya.
b. Metode menghafal, yaitu berpidato dengan cara menghafalkan naskahpidato yang sudah ada. Para siswa yang sedang berlatih perpidato boleh memilih metode ini.
c. Metode serta merta, yaitu berpidato tanpa persiapan tertulis. Pembicara berpidato secara spontan. Metode ini dipakai oleh para pemuka masyarakat yang sering berpidato secara mendadak atau spontan. Orang yang sudah ahli berpidato dapat menggunakan metode ini.
d. Berpidato dengan menggunakan catatan kecil sebagai kerangka pidato. Kerangka pidato ini dipakai sebagai dasar untuk berbicara agar isi pidato menjadi urut, runtut, dan terarah. Jika kamu melihat orang berpidato dengan membawa kertas kecil yang berisi tulisan singkat, tetapi dia dapat berpidato berjam-jam berarti orang itu telah memilih metode ini.
2. Menggunakan kalimat majemuk hubungan pertentangan
Tahukah kamu apa ciri kalimat majemuk yang mengandung hubungan pertentangan? Kalimat yang mengandung hubungan pertentangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Hal yang dinyatakan sebelumnya bertentangan dengan hal yang dinyatakan sesudahnya.
b. Hubungan tersebut ditandai oleh penggunaan kata penghubung tetapi, namun, melainkan, sebaliknya, padahal dan sebagainya.
Contoh:
a. Ia sudah bekerja keras padahal tubuhnya belum kuat benar.
b. Saya ingin bermain sepak bola namun hujan turun sangat deras.
c. Penampilan Fina tomboi tetapi tingkah lakunya lambat.
d. Ibu tidak memilih baju biru melainkan baju merah.
e. Adiknya sangat rajin sebaliknya kakaknya sangat malas belajar
Untuk menguji pamahamanmu, kerjakan latihan berikut.
C. Membaca Teks Drama
Setelah belajar berpidato, sekarang kamu akan membaca naskah drama. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca teks drama anak dengan intonasi yang tepat dan menjawab pertanyaan isi drama. Kamu juga diharapkan dapat mengidentifikasi unsur (tokoh, sifat, latar, dan amanat) drama anak. Kemudian, kamu harus dapat memerankan drama di depan kelas sesuai dengan watak pelaku dalam drama.
1. Membaca teks drama
Berkelompoklah dengan anggota 4 anak. Bacalah teks drama berikut ini. Tentukan siapa yang menjadi narator, Nano, Andi, dan polisi. Bacalah dengan intonasi yang tepat sesuai dengan peranmu.
Pengorbanan
Suatu hari Andi dan Nano tidak masuk sekolah. Mereka berdua merencanakan pergi ke Bandungan terus ke Candi Gedung Songo. Mereka berdua berkencan di depan pasar Jatingaleh, Semarang. Sejak tadi Andi gelisah karena sudah satu jam dari waktu yang
ditentukan Nano belum datang juga. Di tengah kecemasannya Nano kemudian tiba.
Nano : Maaf, Ndi saya agak terlambat. (Nano menjelaskan dengan agak takut)
Andi : Mengapa terlambat? Bukankah kita sepakat datang di tempat ini pukul
8.00. (dengan marah)
Nano : Iya, tetapi… tadi ada kemacetan di jalan. Bagaimana kita jadi pergi, nggak?
Andi : Ya, jadi! Kita sudah terlanjur membolos tidak masuk sekolah.
Nano : Kalau begitu, kita segera berangkat
saja. Ayo aku mbonceng. (sambil mbonceng di atas sepeda motor Andi).
Di tengah perjalanan Andi dan Nano dihentikan polisi.
Polisi : Selamat siang, Dik. Boleh saya lihat STNK-nya? Adik membawa STNK? (dengan sopan)
Andi : Tidak, Pak. (dengan gemetar) Polisi : Sudah punya SIM?
Andi : Belum, Pak! (ketakutan dan pucat)
Polisi : Adik mau ke mana? Andi : Ke Bandungan, Pak. Polisi : Adik berdua mbolos, ya? Andi dan Nano : Ya, Pak! (lirih) Polisi : Ayo, ke kantor polisi.
Di kantor polisi Andi duduk di samping Nano. Di depannya, Pak Polisi dengan mesin ketiknya menanyai mereka berdua.
Polisi : Kepergian adik tidak seizin orang tua?
Andi dan Nano : Ya, Pak. (hampir bersamaan).
Polisi : Sekarang, sepeda adik saya tahan. Orang tuamu besok pagi agar mengambil di kantor polisi sini, siapa namamu dan nama orang tuamu?
Andi : Nama saya Andi Pak, nama orang tua saya Pariman.
Polisi : Kamu? (sambil menunjuk ke Nano).
Nano : Nama saya Nano dan nama ayah saya Leo Harsono.
Polisi : Di mana alamat rumahmu, Andi?
Andi : Jl. Pasang Tengah No. 18, Pedurungan, Semarang.
Polisi : Kamu Nano?
Nano : Jl. Pemuda No. 7, Karangturi, Semarang.
Polisi : Ya, sekarang kamu pulang naik angkot! Beritahukan peristiwa ini kepada orang tuamu.
Andi dan Nano : Ya, Pak. Terima kasih. Permisi, Pak!
Polisi : Ya, hati-hati di jalan, jangan diulangi lagi perbuatan mbolosmu, ya!
Andi dan Nano : Ya, Pak. (hampir bersamaan)
2. Menjawab pertanyaan isi drama
Sekarang, cobalah menjawab pertanyaan berikut ini!
a. Andi dan Nano pada hari itu akan ke mana?
b. Apakah mereka berdua izin kepada guru dan kepada orang tua? Dari mana kamu tahu?
c. Surat-surat apakah yang harus dibawa oleh pengendara sepeda motor?
d. Membawa suratkah Andi dan Nano? Bagaimana akibatnya?
e. Andi dan Nano tidak masuk sekolah (mbolos). Setujukah kamu terhadap tindakan Andi dan Nano tersebut? Berilah alasan!
f. Bagaimana akibat dari perbuatan mereka berdua?
g. Setujukah kamu dengan perbuatan Andi dan Nano? Mengapa?
3. Mengidentifikasi unsur (tokoh, sifat tokoh, latar, alur, dan amanat) drama anak
Setiap karya sastra, baik berbentuk cerita maupun drama memiliki unsur tokoh, sifat tokoh, latar, alur, dan amanat. Unsur-unsur tersebut disebut unsur
intrinsik. Agar kamu dapat mengidentifikasi unsur intrinsik drama, kamu harus mengikuti drama atau dengan membaca teks drama itu dengan sungguh- sungguh. Perhatikan contoh cuplikan teks drama berikut ini.
Ken Arok
Babak I
Suatu siang di tengah belantara, siang hari menuju sore
Adegan I
Tampak Ken Arok tidur di suatu tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton sebagai batu besar atau cabang pohon dan sebagainya. Tita, sahabat dan pembantu Ken Arok berdiri di suatu tempat sambil mengamati arah dari mana rombongan pedagang akan datang.Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang perampok, berada di dekatnya juga tampak mengawasi dan gelisah.
Perampok I : Tita bisakah dia tidur seperti itu? Tita : (tersenyum) Apa salahnya dia tidur?
Pe rampok I : Ya tidak ada salahnya. Tapi, rasanya tidak pantas orang lain gelisah dan tegang, ia enak-enakan tidur.
Tita : Kalau takut, kami tidak memaksamu ikut dalam pekerjaan ini. Perampok I : Kau tahu saya tidak takit.
Tita : Barangkali kau tidak percaya kepadanya.
Pe rampok I : (ragu-ragu) Tidak juga, dia begitu terkenal , masa bertindak sembrono.
Tita : (tersenyum) Kau tidak akan memahaminya. Dia bukan manusia.
Sekarang tenanglah.
Adegan II
Ken Arok bangun dan bangkit, seperti seekor harimau ia menggeliat. Ia berjalan ke arah anak buahnya. Gerakannya memperlihatkan gerakan seekor binatang buas, lembut tetapi penuh tenaga. Ia memandang ke arah matahari.
Ken Arok : Dalam beberapa saat mereka akan tiba. Tita : Bagaimana kau tahu?
Ken Arok : Dari Kediri mereka berangkat subuh. Mereka membawa beban dan gerakan mereka tidak akan cepat. Jadi dalam beberapa saat baru mereka tiba di sini.
Tita : Kau yakin?
K Ken Arok : Sudah kucium bau mereka. Sekarang, cepat kalian bersem- bunyi. Aku akan membunuh yang paling kuat diantara mereka,
begitu aku menyerang kalian langsung menyerang (para perampok bersembunyi kecuali Ken Arok)
Tita : Arok. Sembunyilah kau!
Ken Arok : Tidak. Sembunyilah kalian. (Terdengar suara rombongan datang.
Ken Arok berdiri di tengah jalan)
Berdasarkan teks drama tersebut kamu dapat mengetahui unsur intrinsiknya sebagai berikut:
a. Drama tersebut mengisahkan gerombolsn persmpok yang dipimpin oleh Ken Arok sedang menunggu rombongan pedagang yang akan tiba.
b. Latar peristiwanya adalah ditengah hutan pada siang menjelang sore (senja hari).
c. Tokoh-tokohnya adalah sebagai berikut.
1. KenArok yang berwatak kejam, suka membunuh korban dan merampok hartanya
2. Perampok I: perampokperampok yang taat kepada Ken Arok sebagai pemimpin walaupun kadang-kadang heran dengan perilaku ken arok
3. Tita: perampok yang taat kepada Ken Arok dia lebih pemberani dibanding dengan teman-temannya
d. Amanat drama tersebut adalah bahwa sebagai manusia haruslah berbuat baik kepada sesamanya. Janganlah menjadi manusia yang suka merugikan orang lain. Jangan menjadi perampok. Jangan menjadi pembunuh. Masih banyak pekerjaan yang halal yang diridloi oleh allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
D. Menulis Surat Izin
Pada aspek keterampilan menulis, kamu akan kembali membahas surat resmi. Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan kamu dapat mengetahui unsur-unsur surat izin. Kamu juga diharapkan dapat memahami format surat izin. Akhirnya, kamu diharapkan dapat membuat surat izin.
Pada pelajaran sebelumnya kamu sudah mempelajari tentang surat resmi. Coba jelaskan apa surat resmi itu? Sebutkan contoh surat resmi! pernahkah kamu menulis surat izin tidak masuk sekolah? Pada kegiatan ini kamu akan berlatih menulis surat izin kepada bapak/ibu guru.
1. Cermatilah contoh surat izin berikut ini.
Sidomulyo, 11 Februari, 2008
Yth. Bapak/ibu guru kelas VI SD Negeri Tempel
di Tempel Sukasari
Dengan hormat
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
nama : Dwi Astuti
kelas : VI SD Negeri Tempel
Memberitahukan bahwa pada hari ini Senin, 11 Februari 2008 tidak dapat masuk sekolah karena sakit.
Oleh karena itu, saya mohon izin tidak mengikuti pelajaran selama 3 hari sesuai dengan surat keterangan sakit dari dokter yang saya lampirkan pada surat ini.
Kemudian atas perkenannya, saya mengucapkan terima kasih.
2. Jawablah pertanyaan berikut ini.
a. Siapa yang menulis surat izin tersebut?
b. Kepada siapa surat izin tersebut ditujukan?
c. Apa isi surat tersebut?
d. Samakah bahasa surat izin kepada guru kelas dengan surat pribadi yang ditujukan kepada temanmu? Di mana perbedaannya?
e. Sebutkan bagian-bagian surat izin tersebut!
3. Menulis surat permohonan izin
Bagaimana cara menyusun surat permohonan izin yang baik dan benar? Menyusun surat permohonan izin harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Adapun langkah-langkah dalam menyusun surat permohonan izin adalah sebagai berikut:
a. mendaftar ide pokok, yang meliputi: kepada siapa izin itu disampaikan (izin sakit, izin meminjam barang, izin menggunakan tempat/gedung dan sebagainya), berapa lama permohonan izin tesebut, jaminan apa yang ditawarkan (berjanji segera masuk jika sudah sembuh, berjanji segera mengembalikan barang, dan sebagainya), sampaikan ucapan terima kasih;
b. menyusun ide pokok dalam bentuk kerangka surat;
c. mengembangkan kerangka tersebut menjadi surat permohonan izin dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan Benar.
Langganan:
Komentar (Atom)