BAB 8
A. Perjuangan Kaum Muhajirin
Kaum Muhajirin adalah penduduk Mekah yang memeluk agama Islam dan hijrah bersama Nabi Muhammad ke Madinah. Kepindahan kaum Muhajirin karena mereka mendapat tekanan dan penyiksaan dari kaum kafir Quraisy setelah mereka beriman kepada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Mereka meninggal kan tempat tinggal dan harta bendanya untuk mengikuti Rasulullah SAW dan bersama-sama berjuang menegakkan agama Islam.
Peristiwa hijrah Nabi dan sahabatnya dari Mekah ke Madinah adalah hijrah yang kedua. Sebelumnya, kaum Muslim Mekah pernah hijrah ke Abessinia (Ethiopia). Peristiwa hijrah kedua yang dilakukan oleh kaum Muhajirin terjadi pada tahun 622 M.
Peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah diawali oleh pengucapan Baiat Aqabah I dan II oleh penduduk Madinah dari suku Aus dan Khazraj. Pada baiat Aqabah I, mereka berjanji untuk tidak menyekutukan Allah, berzina, mencuri, dan menghindari sifat tercela lainnya, serta berjanji akan taat kepada Rasulullsh SAW.
Setelah mereka kembali ke Madinah dan menceritakan ajaran Rasulullah SAW, sahabat-sahabat mereka di Madinah tertarik dan memohon kepada Rasulullah agar mengutus seseorang untuk mengajarkan agama Islam kepada mereka. Nabi menyetujui tawaran tersebut dan mengutus Mus’ab bin Umair menjadi pengajar mereka.
Pada tahun 12 dari kenabian, datang 75 orang Mus- lim Madinah untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah, sekaligus mengundang Rasulullah SAW untuk datang ke Madinah. Mereka juga berjanji untuk memberi perlindungan kepada Rasulullah SAW seperti yang disebutkan dalam Baiat Aqabah II.
Berdasarkan jaminan keamanan dalam Baiat Aqabah II ini, Rasulullah mengizinkan para sahabatnya yang berjumlah sekitar 200 orang untuk hijrah ke Madinah. Keberangkatan mereka dilakukan dengan sembunyi- sembunyi dan secara bergiliran agar tidak menimbulkan kecurigaan kaum kafir Quraisy. Namun, pada akhirnya kaum kafir Quraisy mengetahuinya juga. Sebagian kaum Muhajirin ada yang berangkat bersama Rasulullah SAW dan ada juga yang menyusul kemudian. Adapun yang berangkat bersama Rasulullah adalah Abu Bakar As- Siddiq. Adapun Ali bin Abu Thalib menyusul kemudian setelah Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari Gua Tsur, yaitu tempat persembunyian sementara dari pengintaian kaum kafir Quraisy.
Setelah bersatu di Madinah, kaum Muhajirin dan Ans{ar menyatakan akan membantu perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan ajaran Islam. Berbagai pengorbanan kaum Muhajirin di antaranya:
1. Rela meninggalkan anak dan istri di Mekkah;
2. Mengorbankan harta bendanya untuk berhijrah;
3. Mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Islam.
B. Perjuangan Kaum Ansar
Pada saat kaum kafir berusaha untuk membunuh Nabi semakin gencar, maka Nabi memutuskan untuk hijrah ke Yasrib. Nabi bersama kaum Muhajirin hijrah mengarungi padang pasir yang sangat luas dan panas.
Akhirnya, pada Senin tanggal 8 Rabiul Awal tahun 1 Hijriah Nabi tiba di Quba, kita-kira 10 km jauhnya dari Yasrib. Di tempat peristirahatan itu Nabi mendirikan Masjid Quba yang merupakan masjid pertama yang didirikan Nabi dalam sejarah Islam.
Setelah Rasulullah dan para sahabatnya tiba di Madinah, kaum Muslimin Madinah yaitu kaum Ansar menyambutnya dengan suka cita dan saling bahu mambahu membantu kaum Muhajirin yang baru saja datang ke daerah mereka.
Kaum Ansar membantu kaum Muhajirin dengan segala hal yang mereka miliki, baik tempat tinggal, harta, maupun pikiran. Setelah kaum Muhajirin menetap di kota Madinah, maka Rasulullah SAW mempersaudarakan mereka. Dengan persaudaraan ini tidak ada lagi perbedaan antara kaum Muhajirin dan kaum Ans{ar. Mereka hidup berdampingan, saling tolong-menolong, dan berjuang bersama untuk menegakkan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah sehingga tersebar ke seluruh dunia. Kaum Ansar memiliki akhlak yang mulai, di antaranya:
1. Mereka sangat menghormati tamu dan lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri;
2. Memberi pertolongan dengan ikhlas;
3. Taat kepada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar